Monday, 12 April 2010

BEBERAPA KIAT UNTUK MEMULAI BERBISNIS

Kebanyakan orang cenderung memilih menjadi pebisnis daripada orang gajian. Realitanya, tidak mudah jadi pengusaha. Karyawan juga bisa kena tegur secara halus sampai mendapat surat peringatan yang lebih keras dari perusahaan jika keasyikan berbisnis di tempat kerja.

Banyak orang tidak mempunyai pengalaman dalam berbisnis dan memiliki sedikit tabungan. Apa pun yang terjadi mereka tidak ingin mengambil risiko pada tabungan itu, khususnya pada masa-masa sulit. Mereka lebih suka menjadi seorang karyawan selama bisa bekerja dan membawa pulang gaji tiap akhir bulan. Tentu saja selalu ada risiko dipecat setiap saat, tetapi akan selalu ada pekerjaan lain. Mereka punya uang ekstra tersimpan di bank yang khusus untuk kondisi darurat.

Pertanyaannya adalah berapa lama kita bisa bekerja? Berapa lama kita bisa mencari pekerjaan lain? Saya rasa ini adalah risiko menjadi karyawan. Lagi pula berapa lama kita bisa hidup dari kita 'uang ekstra' sampai kita berhasil mendapatkan pekerjaan kembali?
Mencoba mulai berbisnis memang benar-benar riskan. Anda tidak tahu apakah akan berhasil atau tidak. Tidak seperti jika Anda bekerja, Anda yakin bahwa selalu ada uang yang bisa diperoleh. Kadang-kadang berpikir menjadi seorang pengusaha adalah ide yang baik, tetapi kadang-kadang juga tidak. Tentu saja Anda akan mendapatkan keuntungan kecil pada awal bisnis Anda sendiri dan dengan risiko tak terduga pada masa depan. Akan tetapi, kita masih memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha tersebut. Hanya saja kesempatannya akan menjadi 50% sukses: 50% gagal. Sebaliknya menjadi karyawan bergaji setiap bulan, tetapi masih memiliki risiko untuk dipecat. Yang terbaik adalah menyadari bahwa selalu ada tantangan dari sebuah pilihan, baik menjadi pebisnis maupun karyawan.

Nah, dalam perencanaan keuangan bahkan tidak pernah mensyaratkan apa profesi seseorang. Sebab, bukan berapa yang Anda hasilkan tetapi berapa yang Anda simpan dan terus dikembangkan. Jadi karyawan atau pebisnis, atlet atau artis, petani atau nelayan, ilmuwan atau pedagang? Apa pun yang Anda pilih tidak masalah. Selama Anda meyakini pilihan dan bahagia. Masalah keuangan yang timbul setelah itu? Bisa diatur.

MARATON ATAU SPRINTER

Hampir bisa dipastikan bahwa tidak semua orang lahir dengan mewarisi harta yang tidak akan habis tujuh turunan. Orang membutuhkan kenyamanan sepanjang hidupnya. Akibatnya, orang menjadi cenderung pada keberlangsungan penghasilan yang stabil dan kontinu, pertumbuhan penghasilan yang meningkat, dan tersedianya fasilitas pendukung kesejahteraan hidup.

Kondisi yang kondusif ini sangat diperlukan agar seseorang bisa konsentrasi dalam bekerja, dan kontrak kerja kekaryawanan memungkinkan seseorang untuk memiliki ketiga syarat tersebut di atas. Pertama, penghasilan yang diterima rutin bulanan membuat seseorang merasakan kepastian. Kedua, setiap tahun perusahaan juga meningkatkan gaji karyawan mengikuti inflasi, bahkan bisa lebih tinggi lagi bergantung pada prestasi kerjanya. Ketiga, fasilitas kesejahteraan karyawan diberikan untuk mengcover biaya tak terduga dan dana hari tua. Secara alamiah orang mendambakan hidup yang aman. Kebanyakan orang lebih memilih kepastian datangnya gaji daripada potensi bisnis yang belum pasti. Hanya saja di balik ketidakpastian inilah tersembunyi keuntungan besar.

Menjadi karyawan bukan ide buruk, terkutuk karena bergantung pada gaji dan identik dengan hidup pas-pasan. Dengan perencanaan keuangan yang baik, karyawan bisa menjadi kaya secara perlahan, slowly and steadily. Ibarat lari maraton, jangan ngebut, jaga kecepatan, atur napas, dan jangan berhenti sebelum mencapai finis.

Adapun pebisnis seperti pelari jarak pendek atau sprinter, mereka memilih berada di jalur cepat, fast track. Kompetisinya amat sangat ketat dan mereka harus berlari sekencang-kencangnya. Jarak yang panjang pada maraton dimampatkan, makanya mereka bisa mencapai finis jauh lebih cepat. Perencanaan keuangan yang dilakukan pun jauh lebih rumit, meliputi keuangan pribadi juga bisnis. Kombinasi keduanya menghasilkan percepatan yang membuat pebisnis lebih cepat kaya dibandingkan dengan karyawan.

Jadi, jika Anda memiliki tujuan keuangan, menjadi karyawan atau pebisnis adalah cara dan sarana bagaimana mencapai tujuan keuangan. Ini seperti memilih mana yang lebih baik antara obligasi dan saham. Pilihlah sesuai tujuan keuangan Anda. Sebaiknya tidak mudah termakan jargon-jargon bisnis modal nekat. Berutang dengan bunga tinggi untuk modal awal usaha, mengundurkan diri dari pekerjaan tanpa bekal uang dan latah membuka bisnis apa pun yang sedang tren. Bahkan, jika Anda masih lajang tanpa tanggungan sekalipun, pikirkan berapa banyak waktu yang Anda buang jika nekat berbisnis tanpa persiapan.

Tak sedikit kisah para karyawan yang coba-coba membuka bisnis , mengeluarkan modal dan merugi. Tak jarang yang berhenti dari pekerjaannya mencoba berbisnis dan gagal dan kembali mencari pekerjaan. Kenapa tidak bertransisi secara perlahan, dari karyawan menjadi pebisnis jika memang itu yang Anda mau.

Ketika Anda memutuskan untuk bertransisi, Anda juga harus mengubah persepsi dan cara kerja. Berikut beberapa tipnya :

JANGAN BAHAYAKAN KELUARGA ANDA
Bisnis itu memang milik Anda, tetapi tidak berarti seluruh keluarga juga harus menanggung risikonya. Bentuk modal terpisah untuk bisnis terpisah dari dana pendidikan anak dan dan pensiun.

PRIORITAS
Anda sudah memilih apa yang Anda inginkan, berbisnis. Sekarang saatnya melakukan apa yang harus Anda lakukan. Begitu banyak yang harus Anda kerjakan , terlalu sedikit waktu. Anda tidak mungkin bisa menyelesaikannya semua, buat prioritas.

MENGETAHUI APA YANG ANDA LAKUKAN. LAKUKAN APA YANG ANDA KETAHUI
Lakukan apa yang Anda cintai. Bisnis yang dibangun dengan kekuatan dan bakat Anda akan memiliki kesempatan lebih besar untuk sukses. Jika hati Anda tidak di dalamnya, Anda tidak akan berhasil. Kelilingi juga diri Anda dengan lingkungan dan mentor yang akan membimbing Anda untuk menjadi pebisnis yang sukses.

HEMAT.
Tak seorang pun akan menghamburkan uang untuk Anda, jadi lupakan tentang kantor mewah, meeting di kafe dan kartu kredit. Awasi pemakaian setiap rupiah dari uang perusahaan. Jangan boros. Pertahankan biaya overhead yang rendah dan kelola arus kas secara efektif. Temukan cara untuk membuktikan model bisnis Anda dengan sedikit uang anggaran. Jika konsep ini berhasil, peluang Anda untuk mengumpulkan modal dari investor akan secara dramatis meningkatkan.

BELAJAR DARI KESALAHAN.
Tidak ada buku bisnis atau rencana bisnis dapat memprediksi masa depan atau sepenuhnya mempersiapkan Anda untuk menjadi seorang pengusaha sukses. Membuat perencanaan bisnis itu penting, tetapi jangan menghabiskan waktu bertahun-tahun menunggu untuk mengeksekusi. Anda akan menjadi pengusaha saat diuji dengan berbagai persoalan. Hal penting yang dapat Anda lakukan adalah belajar dari kesalahan dan tidak pernah membuat kesalahan yang sama dua kali.

Sumber tulisan : http://koperasi-2009.blogspot.com/2009/12/beberapa-kiat-untuk-memulai-berbisnis.html

MENGHINDARI KECELAKAAN FINANSIAL

Kecelakaan bisa terkait dengan aktivitas keuangan. Kecelakaan keuangan yang paling banyak dialami orang adalah ketika penghasilan dirasa tidak pernah cukup untuk membiayai pengeluaran. Selalu merasa kurang kendati jika mau mengurangi konsumsi, penghasilan yang diperoleh masih mampu untuk membiayai hidup. Tragisnya, ketidakmampuan mengekang diri mengakibatkan konsumsi jalan terus dengan pembiayaan dilakukan dengan kartu kredit. Alhasil, pengeluaran menjadi lebih besar ketimbang penghasilan. Inilah awal dari kecelakaan finansial yang akan berlanjut dengan kecelakaan-kecelakaan lain.

Contoh konkret, penggunaan kartu kredit akan semakin meningkat, sementara penghasilan relatif tetap. Yang terjadi kemudian bukan lagi aksi gali lubang tutup lubang, melainkan terperangkap di lubang utang yang semakin dalam. Kehidupan pun menjadi tidak tenang.

Orang selalu dikejar-kejar debt collector atau stres berkepanjangan karena masih banyak keinginan yang belum terpenuhi. Bukan tidak mungkin, karena permasalahan semakin kompleks, pekerjaan pun bisa hilang.

Itu baru kecelakaan finansial yang diakibatkan ketidakmampuan ”menginjak rem” konsumsi. Ada lagi kecelakaan finansial lain yang juga menerpa jutaan orang, yaitu ketidakmampuan menyediakan dana untuk membiayai sekolah anak. Dana untuk sekolah anak yang tidak disiapkan bisa mengakibatkan sang anak tidak sekolah. Kalaupun bersekolah, akhirnya anak hanya bisa di sekolah yang kurang berkualitas. Atau sebenarnya, dana untuk anak sekolah sudah tersedia, tetapi karena dipengaruhi lingkungan sekitar, anak dipaksakan masuk ke sekolah yang super mahal. Demi menjaga gengsi, orangtua terpaksa berutang untuk membiayai sekolah anak.

Kecelakaan finansial bukan hanya dialami orang-orang berusia produktif. Tidak sedikit kecelakaan yang menerpa kalangan yang mestinya sudah dalam usia mapan. Seorang karyawan yang sudah terbiasa diberi fasilitas oleh perusahaan, seperti kendaraan dan rumah dinas, kerap kali lupa membeli rumah sendiri. Ketika usia pensiun tiba, dia akan mengalami masalah besar karena tidak memiliki rumah ataupun kendaraan. Sebab, sepanjang karier, dia sudah terbiasa menggunakan fasilitas perusahaan. Masa pensiun yang seharusnya dinikmati justru memaksanya tetap bekerja guna memperoleh uang untuk membeli rumah dan kendaraan.

JURUS-JURUS

Apa yang mesti dilakukan agar kecelakaan finansial tidak menghampiri diri Anda?

PERTAMA, jangan pernah berutang kalau tujuannya hanya untuk membiayai nafsu konsumtif. Utang hanya layak dilakukan untuk kegiatan produktif yang bisa memberikan penghasilan. Utang untuk hal konsumtif, seperti kredit rumah dan kredit kendaraan, dapat dipertimbangkan jika angsuran masih terpenuhi dari penghasilan bulanan. Penggunaan kartu kredit sekalipun bukanlah untuk berutang, melainkan hanya untuk kemudahan transaksi pembayaran. Jadi, bukan karena tidak memiliki uang, tetapi lebih karena faktor kepraktisan belaka.

KEDUA, melakukan investasi dan proteksi secara bersamaan. Banyak kalangan beranggapan bahwa kalau sudah berinvestasi, persoalan selesai. Pada kenyataannya tidaklah seperti itu. Dalam berinvestasi pun, banyak kemungkinan terjadi kecelakaan finansial. Itulah sebab ada istilah ”jangan menempatkan investasi dalam satu keranjang”. Prinsipnya sederhana, kalau seluruh investasi Anda dalam bentuk saham, misalnya, ketika pasar saham anjlok, bukan tidak mungkin seluruh investasi Anda akan menguap.

Oleh karena itu, investasi mesti diproteksi. Bagaimana caranya? Sebarkan investasi pada berbagai jenis, mulai dari yang berisiko rendah, sedang, dan tinggi. Dengan cara ini, sebenarnya investasi Anda sudah terproteksi. Konkretnya, kalau investasi Anda yang berisiko tinggi mengalami masalah, Anda masih memiliki ”cadangan” investasi di jenis yang berisiko rendah. Itu adalah proteksi dalam konteks investasi. Di luar itu, proteksi untuk mencegah dampak negatif dari kecelakaan finansial bisa juga dilakukan dengan membeli produk asuransi. Sebagaimana contoh di atas, orang kerap kali mengalami masalah dalam memenuhi biaya anak.

Nah, salah satu cara mudah menghindari kecelakaan finansial yang terkait dengan biaya sekolah anak adalah dengan membeli polis asuransi pendidikan. Selain itu, berbagai produk asuransi lainnya, termasuk asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan kerja, dan asuransi kematian, merupakan ”jurus” mengatasi risiko kecelakaan finansial.

Sebenarnya cukup banyak cara menghindari terjadinya kecelakaan finansial. Seperti kalau mengendarai kendaraan bermotor, sebelum dikendarai, tentu sebaiknya dilakukan pengecekan apakah segala sesuatu masih berfungsi dengan baik . Begitu juga dengan kegiatan finansial. Sebelum melakukan berbagai tindakan, tentunya mesti dipikirkan risiko dan kemungkinan terjadinya kecelakaan finansial.By Garis Line

Sumber : http://koperasi-2009.blogspot.com/2009/12/menangani-masalah-keuangan-dengan.html

TIPS UNTUK MENDAPATKAN PELANGGAN (KONSUMEN)

Ada tiga hal yang penting di mata para konsumen; harga, kualitas, dan kecepatan. Semakin tingginya persaingan di masa sekarang ini, mau tidak mau, membuat para produsen atau penyedia jasa harus mampu memberikan ketiga hal tersebut kepada para konsumen. Berikut adalah tips yang bisa Anda ikuti untuk bisa memenuhi keinginan konsumen dan unggul dalam persaingan:

BAIK DALAM SEGALANYA, HEBAT DALAM SATU HAL

Konsumen mengharapkan bisnis Anda bisa menawarkan kualitas terbaik, dengan harga murah, dan servis yang tepat waktu. Namun, para konsumen tidak mengharapkan bisnis Anda hebat dalam ketiga aspek yang disebutkan di atas tadi. Yang bisa Anda lakukan adalah mencari tahu rating bisnis Anda dari segi harga, kualitas, dan servis. Carilah orang yang bisa memberikan penilaian obyektif. Pastikan performa perusahaan Anda lebih baik dari kompetitor Anda dalam 1 hal, dan cukup bisa bersaing untuk 2 hal lainnya.

PERKUAT POSISI ANDA

Pelanggan akan memilih pelayanan yang baik, produk, makanan, atau apa pun yang ingin mereka dapatkan dari uang yang mereka keluarkan berdasarkan kelebihan yang ditawarkan perusahaan. Jika mereka tak yakin apa kelebihan perusahaan Anda, mereka akan lebih memilih perusahaan kompetitor yang sudah jelas kelebihannya, dan bisa memberikan apa yang mereka cari. Langkah yang bisa Anda lakukan adalah menentukan, menambahkan, dan mempromosikan kelebihan Anda. Jika Anda memiliki harga yang cenderung lebih murah ketimbang pesaing Anda, pastikan Anda memiliki tim yang selalu memantau harga si pesaing agar bisa memastikan bahwa harga Anda adalah yang terbaik. Jangan lupa mempromosikan harga bersaing Anda tersebut untuk membantu penjualan.

Namun jika perusahaan Anda lebih baik ketimbang perusahaan pesaing, pastikan hal itu benar-benar terjadi. Misal, jika perusahaan Anda mampu menyelesaikan order tepat waktu dan dalam keadaan baik, maka jagalah brand positioning tersebut. Promosikan, bahwa perusahaan Anda adalah salah satu yang menjaga efisiensi kerja dan waktu. Jika kualitas adalah keutamaan Anda, baik dalam hal produk, servis, keahlian, kenyamanan, dan setting bisnis, atau reputasi keseluruhan, maka pertahankan kelebihan Anda tersebut dengan terus-menerus memperbaiki produk atau jasa Anda.

HADAPI KELEMAHAN ANDA

Untuk menumbuhkan bisnis, Anda harus bisa menarik para calon pelanggan yang menganggap bahwa Anda tidak memberikan apa yang mereka butuhkan, dan menawarkan nilai tambahnya. Pelajari alasan mengapa para calon pelanggan ini tidak memilih perusahaan Anda. Pikirkan mengapa mereka berpikir bahwa perusahaan Anda tidak bisa memberikan apa yang mereka inginkan? Jika impresi mereka salah, bantu para calon pelanggan Anda untuk memandang dengan cara berbeda. Jika mereka benar, tambahkan penawaran menarik agar mereka mau berbisnis dengan Anda.

LAKUKAN SEKARANG JUGA

Jika perusahaan besar bisa menyesuaikan organisasi besar mereka untuk memenuhi keinginan pasar yang menginginkan segalanya, perusahaan kecil Anda pun pasti bisa melakukannya juga. Lakukan sekarang juga!


By Garis line

MENYUSUN PERENCANAAN KEUANGAN

Apakah Anda sudah terbiasa untuk menyusun perencanaan pemakaian uang Anda untuk dalam beberapa waktu ke depan? Mungkin rencana pemakaian uang untuk bulan depan atau bahkan selama satu tahun ke depan. Kembali ke pertanyaan di awal tadi. Apa Anda sudah melakukan penyusunan perencanaan keuangan seperti itu. Jika belum, mungkin ada baiknya Anda mencoba untuk menjawab dengan jujur pertanyaan-pertanyaan berikut ini :

-Apakah setiap bulan Anda memonitor berapa pengeluaran Anda?
-Apakah Anda membayar kartu kredit secara penuh?
-Apakah Anda sudah menyisihkan sejumlah dana untuk masa pensiun?

Jika Anda menjawab 'Tidak' untuk 3 pertanyaan di atas, sudah waktunya Anda berberes soal keuangan pribadi dan bersiap-siap mengahadapi hari-hari dan bulan-bulan mendatang dengan resolusi baru.

Langkah awal untuk mengelola keuangan dengan lebih baik adalah dengan mengevaluasi posisi keuangan Anda sekarang, yaitu dengan mendata ulang aset (apa saja yang Anda miliki) dan berapa besar utang Anda. Cara baik untuk mengelola keuangan adalah membiasakan untuk membuat anggaran dimana Anda bisa memonitor pemasukan dan pengeluaran.

Berdasarkan Survey Kecerdasan Finansial (Financial Quotient) dari Citi Indonesia, hanya sekitar 29% orang yang mematuhi anggaran bulanan yang mereka buat, sementara 82% baru pada tahap berusaha membuat dan mengikuti anggaran. Untuk itu, sudah saatnya Anda merapikan pengelolaan keuangan dan setelah Anda mengetahui posisi keuangan saat ini. Anda bisa membuat rencana dan tujuan finansial secara SMART. Apa saja?

S (Spesifik) :
Tentukan target yang spesifik, jangan sekedar katakan: "Mulai tahun depan saya akan lebih rajin menabung." Tentukanlah berapa besar jumlah tabungan yang Anda inginkan, mulai kapan Anda menabung dan dalam berapa lama Anda akan memperoleh nilai yang diinginkan. Dengan demikian, Anda juga bisa menjadi lebih disiplin untuk menyisihkan sejumlah dana yang harus ditabung per bulannya.

M (Mudah diukur) :
Menentukan tujuan yang terukur dapat membantu Anda memonitor apakah Anda sudah sesuai jalur dalam mencapai tujuan. Jika tujuan Anda adalah mengumpulkan dana untuk pembayaran uang muka sebuah rumah baru tahun depan, maka tentukanlah berapa besar dana dari penghasilan Anda yang harus disisihkan per bulannya. Setiap bulannya Anda bisa mengukur sudah sampai dimana posisi keuangan Anda.

A (Akan tercapai) :
Buatlah tujuan yang dapat Anda capai dan berpikirlah jangka panjang, namun tetap tentukan tujuan-tujuan kecil yang dapat membantu Anda mencapai hasil yang lebih besar. Misalnya Anda ingin memiliki Rp 15 juta dalam setahun, maka tujuan kecil yang harus Anda capai tiap bulannya adalah dengan menabung minimum Rp. 1.250.000 dalam 12 bulan ke depan.

R (Realistis) :
Menciptakan tujuan keuangan harus realistis, karena jika tidak, Anda dapat menghadapi kegagalan yang sangat besar. Misalnya, Anda bercita-cita untuk mencapai target 60% tingkat pengembalian investasi dalam setahun.

T (Tujuan Nyata) :
Tujuan yang nyata berarti pencapaian terhadap sesuatu hal yang benar-benar ada, pasti dan bisa diukur. Anda akan termotivasi untuk menentukan tujuan yang lebih tinggi jika Anda pernah mencapai tujuan yang pernah Anda putuskan sebelumnya.

Libatkan anggota keluarga dalam menentukan tujuan finansial, karena mereka juga akan menunjang dalam pencapaian tujuan tersebut. Tulislah tujuan-tujuan tersebut dan kaji ulang dari waktu ke waktu, hal ini akan sangat membantu dalam mencapai tujuan finansial Anda.

By Garis line

Friday, 9 April 2010

Pasang Banner di Blog


Kebiasaan lama memang sanggup meninabobokan ya? terkadang kita baru sadar akan perubahan setelah diingatkan pihak lain.
Wah bukan maksud untuk memberikan prakata yang membingungkan, hanya kayaknya tepat untuk menggambarkan keadaan tampilan edittag. Setelah setia dengan tampilan dulu yang menggunakan mode template, kini pengunjung edittag pasti segera paham bila kini telah berganti. Alasanya pun mungkin pernah dibaca disini. Jadi berikut ini yang dimaksudkan pada postingan kali ini:
Penggunaan layout memang sudah dimaklumi punya banyak kekuatan dengan dukungan widget dan page element. Nah, mestinya penggunaan textarea untuk menampilkan kolom kode banner edittag tak perlu serepot itu. Kini ada yang lebih mudah. Tentu karena alasana widget menjadi sarana substitusinya. Bila dulu kita harus repot menyalin semua kode hanya untuk menampilkanya di blog lain, maka kini semua terasa usang. Hanya perlu klik tombol yang kita siapkan sebelumnya, dan…woala…banner kita akan tampil dengan otomatis. Sudah terbayang kan kemudahanya?
Begini kodenya :
Klik tombol ini untuk pasang banner di blogmu:
Tentu ada yang perlu disesuikan dari kode diatas, yakni http://alamatblog.blogspot.com diganti ke alamat URL blog kita, lalu http://photos1.blogger.com/banner.gif diganti dengan alamat URL file banner kita.
Itu saja? yak, ini juga sudah cukup. Tapi bila ingin mengedit lebih jauh, kita juga mengganti bagian Pasang Bannerku menjadi kata lainnya agar nanti tombolnya pun berganti aran. Lalu misalnya bila kita tak ingin menampilkan tombol submit bertuliskan Pasang Bannerku, kita juga bisa menggantinya dengan gambar sendiri. Untuk itu kita bisa mengganti bagian :

dengan

Ingat ya, tombol ini bila sudah terpasang dan diklik pengunjung, maka akan memunculkan jendela mini untuk mengkonfirmasi di blog mana banner akan dipasang. Tentu hanya blog dengan tipe serupa (menggunakan layout) yang bisa diaplikasikan. Jadi bila ingin aman, kode sebelumnya juga masih layak untuk dipasang. Hanya saja, pilihan kali ini jadi lebih banyak, dan memudahkan untuk penggunanya. Siapa sih yang tak ingin dimanjakan dengan kemudahan?
Contoh penerapan ada di bagian sidebar blog ini dengan titel “Edittag’s Banner”.
Untuk memasangnya, salin kode tadi ke dalam elemen halaman dengan pilihan HTML/javascript.

Thursday, 8 April 2010

Kumpulan kata bijak Mario Teguh

Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena di dalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil.

Kita hanya dekat dengan mereka yang kita
sukai. Dan seringkali kita menghindari orang
yang tidak tidak kita sukai, padahal dari dialah
kita akan mengenal sudut pkitang yang baru.

Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi
pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus
belajar, akan menjadi pemilik masa depan.

Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi
pencapaian kecemerlangan hidup yang di
idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa
kesenangan adalah cara gembira menuju
kegagalan.

Jangan menolak perubahan hanya karena kita
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya kita merendahkan nilai yang bisa
kita capai melalui perubahan itu.

Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.
Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap
kita tepat, dan tidak ada yang bisa menolong
bila sikap kita salah.

Orang lanjut usia yang berorientasi pada
kesempatan adalah orang muda yang tidak
pernah menua; tetapi pemuda yang berorientasi
pada keamanan, telah menua sejak muda.

Kita tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila
kita berkeras untuk mempertahankan cara-cara
lama kita. kita akan disebut baru, hanya bila
cara-cara kita baru.

Hanya orang takut yang bisa berani, karena
keberanian adalah melakukan sesuatu yang
ditakutinya. Maka, bila merasa takut, kita akan
punya kesempatan untuk bersikap berani.

Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat. kita akan menjadi lebih damai bila yang
kita pikirkan adalah jalan keluar masalah.

Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui
mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan
tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan
yang kemudian kita dapat.

Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara
kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku
seperti orang yang terus memeras jerami untuk
mendapatkan santan.

Bila kita belum menemkan pekerjaan yang sesuai
dengan bakat kita, bakatilah apapun pekerjaan
kita sekarang. Kita akan tampil secemerlang
yang berbakat.

Kita lebih menghormati orang miskin yang berani
daripada orang kaya yang penakut. Karena
sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa
depan yang akan mereka capai.

Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita
ketahui, kapankah kita akan mendapat
pengetahuan yang baru? Melakukan yang belum
kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan.

Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin.
Dengan mencoba sesuatu yang tidak
mungkin,kita akan bisa mencapai yang terbaik
dari yang mungkin kita capai.

Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup
adalah membiarkan pikiran yang cemerlang
menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang
mendahulukan istirahat sebelum lelah.

Bila kita mencari uang, kita akan dipaksa
mengupayakan pelayanan yang terbaik.
Tetapi jika kita mengutamakan pelayanan yang
baik, maka kitalah yang akan dicari uang.

Waktu mengubah semua hal, kecuali kita. Kita
mungkin menua dengan berjalannya waktu,
tetapi belum tentu membijak. Kitalah yang harus
mengubah diri kita sendiri.

Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk
melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi
orang tua yang masih melakukan sesuatu yang
seharusnya dilakukan saat muda.

Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat
berharga. Memiliki waktu tidak menjadikan kita
kaya, tetapi menggunakannya dengan baik
adalah sumber dari semua kekayaan.

Filosofi pensil, inspirasi kehidupan

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat: “Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? Atau tentang aku?”


Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, “Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti.”

Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.

“Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya,” ujar si cucu. Si nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini.”

“Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini.” Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.

“Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendak-Nya” .

“Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.

“Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar.”

“Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu.”

“Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”. [Blog Berita]

Wednesday, 7 April 2010

SIAPA BEDEBAH ITU ?????

Sang ayah dan ibu sangat murka ketika mengetahui anak perempuan
mereka hamil.

"Siapa si bedebah itu," jerit sang ayah, sedang si ibu menangis. "Suruh dia datang
kesini!"

Si anak pun menelepon pria yang menghamilinya. 

Setengah jam kemudian sebuah mobil Ferrari merah berhenti di depan rumah. 
Seorang lelaki separuh baya keluar dari
mobil, memberi salam lalu masuk kerumah. 
Lelaki itu berhadapan dengan ibu dan ayah
perempuan yang telah dihamilinya. 
Dia berkata, "Saya lelaki yang telah menghamili
anak anda. Tapi terus terang saya katakan saya tidak dapat menikahi anak anda karena
isteri saya tak mengizinkan. Namun bagaimanapun, saya akan bertanggung jawab.

Sekiranya anak anda melahirkan seorang bayi perempuan saya akan wasiatkan untuknya
dua buah supermarket, sebuah hotel dan uang tunai 5 milyar rupiah.

Sekiranya dia melahirkan anak lelaki saya akan wasiatkan untuknya dua buah kilang,
dua buah supermarket, dua buah hotel dan uang tunai 10 milyar rupiah. Tapi sekiranya
anak anda keguguran apakah yang harus saya lakukan?"

Sang ayah berfikir laaaammmmmaaaaaa sekali. 
Si ibu langsung....... berhenti menangis. 
Akhirnya sang ayah menarik nafas dalem bangeeeeet,
dan.................
sambil menepuk bahu lelaki
itu, sang ayah berkata pelan banget,
tapi penuh motivasi dan semangat.....dengan suara ke bapa-an,

"Kalau keguguran, kamu coba lagi ya !!"

BERCATUR DALAM BISNIS

Saya tidak ingat persisnya kapan. Tapi antara tahun 1987 dan tahun 1988, didalam mobil saya pernah bertanya, kepada almarhum Bapak MS.Kurnia, pendiri HERO Supermarket. “Apakah mencari uang itu sulit ?” Beliau cuma tertawa dan terseyum. “Mudah sekali”, begitu jawab beliau. Sambil pandangan matanya menatap seorang pengemis di pinggir jalan. “Pokoknya, asal kamu berani malu !”, begitu beliau menegaskan. Dan akhirnya sayapun mengerti. Bahwa mencari uang itu sebenarnya sangat mudah. Tengok saja, pengemis, pengamen, pemulung, tukang parkir liar, dstnya. Semua mencari uang dengan modal seadanya. Memang tidak ada jaminan uang-nya akan banyak. Tetapi membuktikan bahwa mencari uang itu mudah. 

Lalu saya menyambung dengan pertanyaan berikutnya, “Kalau menjadi kaya raya, mudah atau sulit ?” Beliau lalu terbahak, katanya : “Nah, kaya raya itu sulit. Karena butuh strategi yang pas.” Beliau mencontohkan 2 warung yang menjual nasi dijalan yang sama. Berdua mereka start disaat yang sama. Keduanya menjual makanan yang mirip. Tapi selang beberapa tahun, yang satu maju dan makin ramai tapi satunya tetap saja sama seperti sedia kala. Tidak ada kemajuan yang berarti. Apakah artinya berbisnis menjadi sangat sulit ? Karena harus mahir berstrategi ? 

Menurut Mpu Peniti, mentor dan guru spiritual saya, kebetulan punya hobi main catur. Saya juga seneng main catur sejak sekolah SMP dulu. Lewat Mpu Peniti, dan berkali-kali kami main catur, saya mendapat beberapa pelajaran dari beliau. Secara filosofis, mengajarkan saya tentang strategi dan aplikasi praktisnya dalam bisnis. Catur memang permainan strategi. Kita membuat satu langkah. Dan musuh kita bereaksi dengan langkah tandingan. Begitu seterusnya sampai satu pihak memenangkan posisi mematikan yang disebut – “skaak mat”. Bisnis juga sama. Mekanisme pasar dan kompetisi-nya juga berdasarkan aksi atau serangan dan reaksi balik. Namun anda mesti mengerti betul filosofisnya. Kata Sun Tzu, jangan menyerang musuh ! Tetapi seranglah strategi musuh ! Baru anda mendapatkan kemenangan yang sesungguhnya. 

Pemain catur yang tidak berpengalaman, cenderung berkonsentrasi untuk memakan buah musuh sebanyak-banyaknya. Ia memancing pertempuran yang sifatnya fisik. Sebaliknya pemain catur yang berpengalaman cenderung untuk bermain dengan membaca langkah-langkah yang bakal diambil musuh. Ia mencari peluang untuk menempatkan buah caturnya yang berakibat “skaak mat”. Artinya ia lebih bersikap “antisipasi”. Sukses bisnis percaya atau tidak 100 persen tergantung kesiapan kita membuat move – “antisipasi”. 
Pak Amat, adalah seorang pedagang musiman. Ia selalu berdagang berdasarkan musim. Setiap bulan Puasa ia berdagang timun suri. Sehabis Lebaran biasanya ia menjadi penyalur pembantu rumah tangga. Karena biasanya ada saja pembantu rumah tangga yang mudik dan tidak kembali lagi. Musim Lebaran Haji, ia berdagang hewan qurban. Bulan Agustus ia berdagang bendera. Dan tahun baru ia berdagang terompet. Ketika saya interview, pak Amat malu-malu mengatakan, pokoknya ia punya strategi sederhana, hanya menjual produk yang laku karena musimnya. Lebih mudah dan lebih menguntungkan. Pak Amat, bercatur dalam bisnis dengan eloknya. Ia tahu betul bagaimana caranya – mengantisipasi pasar ! 

Garry Kasparov, pensiunan juara catur dunia, pernah berkata dalam sebuah interviewnya, bahwa apabila setiap pemain sudah melangkah dalam sebuah pembukaan catur selama 3 langkah, maka saat itu juga sudah terbuka 9 juta posisi langkah bidak catur yang bisa diambil. Dan tugas tiap pemain adalah memperkirakan dan menghitung langkah musuh berikutnya dengan kemungkinan sebanyak itu. Dari kalkulasi ini, terbukti catur adalah permainan yang menuntut perhitungan yang sangat teliti, kesabaran yang sangat luar biasa, dan stamina yang tidak main-main. Jangan pernah meremehkan lawan anda ! Begitu nasehat Garry Kasparov. Bisnis juga sangat mirip situasi dan kondisinya. Nah, pemain catur yang sangat berpengalaman, tahu caranya memberdayakan dan memanfaatkan semua buah caturnya. Tidak ada satu buah catur-pun yang menjadi favorite. Semua sama peluangnya, tergantung letak dan posisinya. Dalam bisnis sebaiknya kita juga memberdayakan dan memanfaatkan sumber daya manusia yang kita miliki dalam satu keutuhan yang sama, dan ”team work” yang solid. 

Mpu Peniti, pernah menasehati saya, kata beliau, “… kadang kita berpikir apa gunanya seorang yang bodoh dan tidak cantik. Berhentikan saja pegawai seperti itu. Tapi dalam krisis, kalau kita banyak hutang dan sering didatangi penagih hutang, ada baiknya resepsionis kita yang cantik jelita, dan pandai, justru kita ganti dengan resepsionis yang bodoh dan tidak cantik. Pasti ampuh, karena akan membuat frustasi sang penagih hutang. Ia jadi malas datang ketempat kita”. Saya tertawa ngakak mendengar wejangan Mpu Peniti itu. Karena terasa “nyooos” sekali. 

Buah catur seperti pion, kuda, menteri, ratu, dan benteng memiliki langkah-langkah yang berbeda dengan posisi yang berbeda. Tetapi kemenangan kita sangat tergantung dari kombinasi mereka. Pion langkahnya terbatas. Namun disaat genting dan menjelang akhir permainan, pion seringkali menjadi aset yang tidak terduga. Kuda melangkah dengan huruf L, kelihatannya terbatas tetapi sering mengecoh, karena posisinya bisa mengunci lawan. Menteri langkahnya hanya bisa menyilang, tapi seringkali mampu menyelinap dan membuat serangan tak terduga. Dan benteng, seperti kekuatan militer, keras menghantam musuh dengan langkah rata. Hanya Ratu yang memiliki langkah flexible dan serba bisa. Sebuah sindiran bahwa terkadang wanita punya sejumlah langkah-langkah yang justru spektakuler. Celakanya Raja, yang paling penting justru dalam catur diposisikan dalam posisi lemah, tidak bisa melawan dan selalu harus dilindungi. 

Dalam sepuluh tahun lebih saya bermain catur dengan Mpu Peniti, kita saling mengalahkan. Satu hal yang saya nikmati, adalah hanya dengan lebih banyak bermain, kita mampu mengasah intuisi kita dan lebih jeli menebak langkah musuh berikutnya. Dan hanya dengan bermain lebih banyak, kita bisa menjadi lebih mahir. Pengalaman ini pula yang saya jadikan strategi berbisnis. Ternyata semakin sering kita main, semakin mudah pula bisnis itu.

MENYEDERHANAKAN HIDUP

Salah satu dongeng favorit saya ketika kuliah, adalah tentang bedanya astronot Amerika dan astronot Rusia. Alkisah menurut yang punya cerita, ketika Amerika dan Rusia bersaing mengirim manusia ke bulan, maka terjadilah peristiwa ini. Astronot Amerika ketika dikirim ke bulan, diperjalanan konon mengalami masalah. Yaitu ball-point yang sudah didesain sedemekian rupa, ternyata masih tidak bisa digunakan, dan tintanya luber kemana-mana. Sang astronot pun melapor. Dan oleh Houston dijanjikan ball-point yang canggih nantinya. Konon, setelah peristiwa itu, NASA melakukan riset dan penelitian, yang sangat mahal harganya. Dan akhirnya menemukan tekhnologi mutakhir yaitu ball-point dengan tinta berbentuk gel yang padat dan tidak luber kemana-mana. Uniknya ball-point dengan tinta gel yang semi padat ini, bisa anda temukan dimana-mana sekarang. 

Lanjut cerita, astronot Rusia juga punya masalah yang sama. Dan melaporkan masalah itu ke bumi. Bedanya ketika ia melaporkan, bukan-nya mendapat simpati dan dijanjikan ball-point baru dengan tekhnologi canggih, malah ia ditertawakan. Saat itu pusat antariksa Rusia di Moskow menjawab : “Wah, gitu saja repot. Pake melapor segala. Kenapa bingung ? Kan ada potlot, pake saja potlot !” Masalah itupun jadi selesai. Dosen saya yang menceritakan dongeng ini, memberikan wisdom, bahwa dalam setiap masalah selalu ada 2 cara penyelesaian. Cara yang nyelimet dan berliku-liku, dan cara yang sederhana. Menurut beliau, tidak peduli betapa kusutnya sebuah masalah, selalu akan ada satu garis lurus yang sederhana. Temukan garis lurusnya, masalah anda cepat selesai. 

Menemukan garis lurus ini adalah trik yang saya pelajari bertahun-tahun. Menemukan garis lurus adalah solusi menyederhanakan masalah. Dan bukan menyepelekan masalah. Ini dua hal yang berbeda. Terkadang kita terbiasa dengan pola pikir yang terstruktur dengan sejumlah keruwetan. Yang tercipta karena semata oleh latar belakang pendidikan, training, budaya, dan kebiasaan kita yang kadang memiliki sejumlah pagar yang menciptakan batas serta sejumlah larangan. Kita gagal melihat solusi cepat dan sederhana dari sebuah masalah. 

Ingat slogan Nike yang klasik “Just Do It”. Ketika saya masih ngantor di Nike, saya-pun diceritakan tentang asal muasal slogan legendaris itu. Suatu hari seorang bocah sedang menonton idola-nya atlet bola basket Michael Jordan berlaga di TV. Sambil mengagumi aksi Michael Jordan, sang bocah yang kebetulan menonton bersama nenek-nya, bercerita dan berandai-andai bahwa ia juga punya cita-cita ingin suatu hari seperti idolanya. Ia ingin sehebat Michael Jordan. Sang nenek, cuma tersenyum, dan berkomentar “JUST DO IT”. Sang nenek memberi nasehat yang paling sederhana, “Ayo jangan hanya bermimpi. Lakukan saja !” Tentu saja sang bocah terperangah, karena ia tidak pernah menyangka jawaban-nya sesederhana itu. Bahwa solusi hidup ini seringkali memang sesederhana itu. 

Cerita ini terus terang mengubah hidup saya. Banyak hal saya lakukan dalam 20 tahun terakhir ini semuanya berdasakan slogan itu. “Lakukan dan kerja-kan saja ! Jangan pernah malas !” Hasilnya memang ajaib. Hidup ini mirip sebuah pertandingan tinju. Anda cuma punya dua pilihan. Selamanya jadi penonton di luar ring, yang cuma bisa menyoraki hidup ini. Dan maksimal bahagia sebagai penonton. Atau anda berpartisipasi dan masuk ring. Kalau anda masuk ring dan bertinju, memang ada resikonya. Dipukuli dan kalah. Tapi kalau anda tidak masuk ring, anda tidak akan mungkin jadi juara ! Jadi singaktnya lakukanlah ! - “Just Do It” 

Banyak orang yang punya cita-cita begini dan begitu, tetapi selalu saja gagal melakukannya. Karena semata diberati sejumlah pertimbangan, perhitungan resiko dan juga keruwetan rasa takut yang beragam jumlahnya. Jadi jangan salahkan mereka. Namun mungkin kita bisa mengambil hikmah Puasa. Seorang ulama, pernah bercerita kepada saya, bahwa Puasa memiliki hikmah menyederhanakan hidup kita. Seringkali dalam hiruk pikuk kehidupan sehari-hari, kita selalu makan dalam kemewahan yang sangat luar biasa. Makan itu harus ada ini dan itu. Puasa menghilangkan semua itu. Puasa mengajarkan dan mengingatkan kita pada lapar dan haus, serta kesabaran dalam menghadapinya. Ketika buka Puasa, seteguk air dan sepiring nasi hangat bisa jadi santapan yang terlezat. Kalau itu kita terapkan dalam kehidupan kita, cita-cita dan ambisi harusnya menjadi rasa lapar dan haus yang sama. Kita hanya perlu kesabaran dan ketekunan untuk mengolahnya. Pas saatnya tiba, kita cuma butuh satu keberanian kecil untuk melakukannya. Bukan keberanian dengan sejumlah kemewahan ini dan itu. Cukup satu langkah kecil. “Just do it”. Lao Tze, filsuf Cina yang terkenal, mengatakan bahwa sebuah perjalan panjang ribuan kilometer, selalu dimulai dengan satu langkah kecil. Semoga Puasa ini menempa diri kita, agar mampu melihat hidup ini lebih sederhana. Selamat hari raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin.

THE ART OF WINNING

Tahun 1936, Cina pertama kali-nya ikut Olympiade dengan 69 atlet dan tidak memenangkan satu medalipun. Demikian juga di Olympiade London tahun 1948. Cina gagal meraih medali. Cina baru berhasil pada Olmpiade tahun 1952. Setelah itu hasilnya luar biasa. Tahun 2004, di Olympiade Athens, Cina berhasil menjadi juara umum 2 mengalahkan Rusia dengan 32 medali emas, 17 medali perak dan 14 perunggu. Tahun 2008 di Beijing, Cina bertekad menjadi juara umum. 

Perjalanan Cina menjadi tuan rumah Olympiade sebenarnya sangat panjang. Dan mereka sudah membidiknya sejak tahun 1991. Mereka juga memilih tahun 2008. Sengaja pula memilih tanggal pembukaan 08-08-08, atau 8 Agustus 2008. Sebuah tanggal yang dengan 3 angka 8, yang dianggap super-lucky buat kebanyakan orang Cina. Angka 8 dalam bahasa Cina memiliki pengucapan yang mirip sekali suaranya dengan huruf yang memberi arti kaya raya atau makmur. 

Barangkali satu hal juga yang sangat mengagumkan dari Cina adalah kesungguhan-nya dan semangat untuk menang. Mengapa menang itu penting sekali ? Bayangkan kalau anda punya kesebelasan sepak bola dan kalah terus ? Apa perasaan-nya ? Pasti menyedihkan dan membuat kita frustasi. Malah Mpu Peniti, menyarankan lebih baik bubar. Nasehat yang ekstrim memang. Tetapi bila dipikir-pikir, sebuah kesebelasan sepak bola didirikan memang tujuan-nya adalah menang. Jadi kalau tidak bisa menang dan kalah terus memang sebaiknya bubar saja. Sebuah alasan yang masuk akal. 

Menurut Mpu Peniti, kalau keseringan kalah, akhirnya kalah menjadi sesuatu yang biasa. Padahal mestinya kita punya kerakusan dan dahaga untuk menang. Terlalu sering kalah, akhirnya kita terbiasa menerima kekalahan. Sikap kita bisa berbahaya dan menjadi bangsa yang kalah dan dikalahkan. Barangkali Indonesia bakalan punya pemimpin yang mau memperhatikan hal ini. Dan harus mulai ngotot untuk menang. 

Sesungguhnya menang itu sangat baik. Menang adalah reward terbaik dari sebuah perjuangan. Menang menciptakan sebuah enerji postif. Sebuah semangat. Menang memberikan kita sebuah rasa percaya diri. Menang memberikan kita kebanggaan. Itu sebabnya menang menjadi sebuah seni tersendiri, buat sebuah organisasi untuk tumbuh, berkembang dan menjadi makmur. 

Jack Welch, jawara manajer abad ini menulis buku yang bagus luar biasa judulnya – WINNING. Didalam bukunya ia menulis peta yang komprehensif tentang jalan menuju kemenangan. Bagian yang menyentuh saya, adalah visi dan misi perusahaan. Seringkali perusahaan didirikan hanya dengan satu tujuan. Membuat keuntungan. Maka semua sumber daya termasuk manusia menjadi alat belaka untuk menciptakan keuntungan itu. Kalau ngak untung maka solusinya sederhana. Potong ongkos yang terlalu besar. PHK sumberdaya manusia yang tidak berguna. Pangkas segala-galanya yang menghalangi perusahaan untuk untung. Dan ini yang menyedihkan. 

Sehingga tak jarang statement visi dan misi yang banyak beredar disebuah perusahaan, selalu berkisar dikalimat “menjadi yang terbaik”. Tidak ada disana terkandung visi dan misi untuk menang. Kita-pun jadi tidak tahu caranya untuk menang. Lalu bagaimana caranya untuk menang ? Sebenarnya sangat sederhana. Dimulai dari semangat dan cita-cita untuk menang. Cina memulai tekadnya di Olympiade sejak tahun 1922 ketika diplomatnya Wang Zhengting menjadi anggota IOC (Komite Olympiade internasional). Dan berlanjut tahun 1928, ketika Cina mengirim pengamat ke Olympiade Amsterdam. Artinya kalau tahun 2008 Cina berhasil menjadi juara umum, perjuangan Cina membutuhkan waktu 80 tahun lebih. 

Cita-cita dan semangat untuk menang, dilanjutkan dengan menciptakan team yang berbakat untuk menang dan menjadi juara. Menang tidak bisa instant seperti Mie. Butuh manajemen untuk merangkai sejumlah manusia-manusia berbakat. Lalu ikatan team-work yang membuat mereka menyatu menjadi kekuataan super edan ! Ikatan ini hanya akan berhasil kalau dimotori oleh seroang pelatih atau kapten yang bisa memberikan motivasi dan mendorong mereka untuk menang. Sederhana bukan ? Anda juga pasti sudah mendengarnya ratusan kali. 

Lalu kalau memang menang sesederhana itu ? Kenapa juga kita masih sering kalah ? Percaya atau tidak menurut Jack Welch, kuncinya satu – yaitu “candor” alias kejujuran dan keterus terangan. Yang dimaksud Jack Welch bukanlah berbohong atau sikap korup lain-nya, melainkan lebih mirip dengan hubungan internal yang mesra, dimana setiap anggota team mampu berterus terang tanpa basa-basi dengan sesama. Sebaliknya perusahaan dipenuhi dengan birokrasi, politik dan basa-basi. Ini penyakit yang melemahkan semangat untuk menang. Menjadi karat dari team work. Team yang dipenuhi dengan kejujuran dan keterus terangan, akan membuat organisasi makmur dengan ide brilyan, yang mudah dan cepat diaplikasikan dan menghemat ongkos dan rapat-rapat yang tidak perlu. Jadi menang itu sesungguhnya lebih mudah dari yang kita bayangkan !


SEMANGAT PIONIR

Dari mana datangnya bisnis ? Sebagian pengusaha yang saya interview mengatakan dari ide. Sisanya mengatakan dari peluang. Barangkali keduanya benar. Dan sama-sama jawaban yang sehat. Mestinya begitu. Tapi seorang pejabat mengeluh, kalau kadang konsep ini diselewengkan. Ia memberikan contoh, tentang kolega, saudara atau famili pejabat yang mendirikan perusahaan untuk jadi supplier departemen, semata-mata untuk memanfaatkan koneksi pejabat tersebut. Jadi peluang yang salah, dan hanya berdasarkan “aji mumpung” semata. Saya jadi tertawa mendengarnya. Karena semestinya bisnis tercipta atas peluang yang datang dari ide-ide baru yang segar. 

Juga tentang perlakuan sementara orang mengklasifikasikan bisnis UKM denga hanya bisnis-bisnis makanan dan cendera mata atau kerajinan. Yang protes justru seorang pejabat juga. Beliau bilang kita ini ngak kreatif ! Masa kalau pameran UKM yang dipamerkan selalu melulu makanan, cendera mata dan kerajinan. Kritik beliau, masa sih kita ngak punya semangat inovasi atau semangat pionir ? Berusaha menciptakan sesuatu yang benar-benar baru sama sekali ? 

Mpu Peniti, mentor saya, punya penjelasan yang lebih sederhana. Kata beliau, kata-kata seperti inovasi dan pionir, dalam kosa kata bahasa Indonesia memang tidak ada terjemahan langsung yang pas. Makanya kita sehari-hari menggunakan kata yang di Indonesiakan dari bahasa Inggris. Innovation jadi inovasi. Dan pioneer jadi pionir. Nah, kalau kedua semangat ini sulit ditemukan dalam masyarakat kita, maklum saja. Mungkin secara budaya memang kedua kata ini tidak lengket dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena tidak kita kenal konsepnya, kata-kata yang pas-pun akibatnya tidak kita miliki. 

Pernah sekali saya berbincang dengan seorang periset industri pertanian. Menurut beliau, kita punya hasil riset yang banyak sekali dan bagus-bagus. Jadi kalau menurut beliau, semangat inovasi dan pionir itu cukup berkibar-kibar didalam dada mereka. Lalu kenapa hasil riset itu tidak pernah bisa dikomersil-kan ? Jawaban-nya sangat sederhana. Konon para periset kebanyakan bercokol di Lit-bang milik pemerintah atau Universitas, sistim upah dan ‘reward’-nya adalah gaji semata. Tidak ada misalnya konsep alokasi “grant” atau dana riset yang jumlahnya besar, sehingga memotivasi semangat pionir mereka untuk masuk dan meneliti sesuatu yang sangat inovatif dan provokatif. Kalau mau minta “grant” harus keluar negeri. Disana mereka harus berkompetisi dengan periset dunia, yang reputasinya jauh lebih dahsyat dari pada kita. 

Celakanya pula, kalau ada hasil riset yang berhasil di jual ke swasta, sang peneliti tidak mendapatkan royalti yang bagus sehingga hidupnya sejahtera. Royalti biasanya dipungut oleh Litbang di Pemerintah atau di Universitas. Nah, euphoria “Eureka” persis yang dialami Archimedes, tidak pernah mereka rasakan. Jadi jangan salahkan kalau semangat inovasi dan pionir mereka kadang-kadang rada memble, karena memang insentif yang seharusnya menjadi motivasi mereka, jumlahnya sangat kecil sekali. 

Salah satu peneliti senior yang sudah 30 tahun bekerja di lit-bang dan hampir pensiun, mengatakan kepada saya : “Seringkali saya gemas membayangkan potensi yang bisa kita capai dengan kekayaan sumber daya yang kita miliki. Tetapi kurangnya dana dan insentif seringkali mematikan rasa penasaran kita untuk menyelidik dan menjadi pionir. Yang bikin saya juga kesal, adalah hasil riset selama bertahun-tahun, cuma bertahan menjadi sukses laboratorium, yang tidak pernah menjelma menjadi sukses komersil. Kita butuh pihak swasta yang berjiwa entrepener untuk menjadi bapak angkat dan mewujudkan kerja pionir itu menjadi sukses besar. Kalau itu terjadi, mungkin akan menjadi terobosan yang mengangkat semangat kita dikemudian hari ” 

Salah satu kasus yang menarik barangkali adalah Xanthones, yaitu zat aktif yang kini disebut sebagai “super anti-oxidant”. Xanthones banyak sekali ditemukan di buah manggis, yang konon ada 30 macam Xanthones yang berbeda. Sejak dahulu hampir semua lit-bang dan universitas di ASEAN tahun tentang Xanthones dan banyak riset tentang zat aktif ini. Jadi ini bukan barang baru. Di Indonesia juga banyak penelitian yang serupa. 

Hebatnya Xanthones memiliki sejumlah keajaiban yaitu mampu memperbaiki sistim imunitas badan manusia, yang bermanfaat melawan alergi, infeksi, dan mengurangi level kolesterol. Secara tradisional konon manggis memang usdah digunakan untuk bahan ramuan obat terhadap berbagai penyakit kulit dan perut. Juga Xanthones ini tahan panas. Sehingga tidak mudah rusak ketika diproses. 

Walaupun di Asean Xanthones dikenal hampir ditiap dapur lit-bang pertanian, selama bertahun-tahun, di Asean produk ini tidak pernah dijadikan produk yang secara komersial sukses. Garry Hollister, adalah CEO dari perusahaan Enrich International, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang nutrisi. Semangat pionir Garry lah, yang kemudian menciptakan Xango, yaitu minuman super juice dari manggis yang kaya dengan anti-oxidant. Garry berpartner dengan Wild Flower, sebuah perusahaan yang bermarkas besar di Heidelberg, Jerman. Perusahaan ini memiliki 200 orang ilmuwan dan kebun komersil di 13 negara, dan memang khusus bergerak dibidang minuman kesehatan. 

Kini Xango didistribusikan di lebih dari 23 negara, dengan penjualan fenomenal diatas ratusan juta dolar. Kalau dipikir-pikir, Indonesia sebagai salah satu penghasil manggis terbesar di Asean, yang sudah mengekspor buah manggis ke Singapura dan negara-negara lain-nya, mestinya memiliki peluang yang sama dengan Xango. Tetapi masalahnya - barangkali kombinasinya tidak pernah bisa pas. Disatu pihak kita punya pusat lit-bang dimana-mana. Di pihak lain, kita tidak memiliki satu entrepener seperti Garry Hollister - yang selalu datang dengan ide gila, edan dan nyeleneh, yang punya semangat pionir menggebu-gebu. Mungkinkah ini rahasia sukses yang kita cari selama ini ? “The missing link” – Yang menjembatani antara para periset handal di lit-bang yang memiliki semangat inovasi dan entrepener yang bersemangat pionir. Kini saatnya kita menyatukan keduanya dan memakmurkan republik ini. By Kafi Kurnia Note


THE POWER OF THANK YOU

Ketika kecil, saya sering rewel kalau makan. Selalu saja, merasa kalau lauknya kurang. Atau masakan Ibu terasa tidak enak. Kurang ini dan kurang itu. Pokoknya tidak pernah puas. Pengen jajan tambahan. Ibu saya sering marah dengan ulah saya ini. Beliau selalu mengingatkan saya betapa beruntungnya saya, karena masih bisa cukup makan. Padahal disaat yang sama, banyak orang yang justru kelaparan ditempat yang lain. Ibu mengajarkan saya untuk selalu bersyukur dan berterima kasih. Menurut Ibu, kalau kita bandingkan nasib kita dengan orang yang lebih kaya dan lebih beruntung, mungkin kita akan iri dan cemburu. Tetapi kalau kita terbalik membandingkan-nya dengan orang yang nasibnya jauh lebih miskin, maka akan terasa betapa beruntungnya kita ini. Nasehat hidup ini mulanya saya telan begitu saja. Tidak saya rasakan keampuhan-nya. 


Pertama kali saya berkenalan dengan Mpu Peniti, disaat saya mengalami krisis hidup yang luar biasa. Saat itulah saya berterima kasih bisa bertemu dengan beliau. Mpu Peniti menyela :”Lha, kamu ndak pernah toh, merasa bersyukur dengan hidup kamu selama ini ?” Saya malu, dan hanya menggeleng. Lalu Mpu Peniti menuturkan sebuah lawakan Warkop jaman dulu. Tentang orang yang selalu merasa beruntung. Konon menurut lawakan Warkop, kalaupun sudah kecelakaan dan patah kakinya, orang masih juga merasa beruntung, “Untung, cuma patah kakinya ! Kan, tangan-nya selamat”. Lalu kalaupun matanya buta satu, masih juga untung :” Untung, cuma kena matanya satu. Mata satunya masih normal !”. Dan biarpun separah patah kaki tangan, dan buta kedua matanya, masih juga bisa untung : “ Masih untung tidak mati !” Saya mulanya ikut nyengir mendengar lawakan itu. 


Mpu Peniti lalu mengajarkan kepada saya, bahwa berkat dan karunia Allah, bagaikan udara disekeliling kita. Diberikan gratis kepada semua orang. Semua orang punya kesempatan yang sama. Tinggal tiap orang mau tidak berusaha menikmatinya. Ada orang yang acuh tidak acuh dan menghirup udara apa adanya. Tapi ada orang yang bermeditasi, dan melakukan yoga, melatih pernafasannya sehingga udara yang dihirupnya memiliki makna yang lebih. Lalu orang lain bersusah payah mendaki gunung, karena ingin menghirup udara segar. Dan menikmatinya. Jadi menurut Mpu Peniti, berkat dan karunia Allah, membutuhkan apresiasi. Barulah hidup kita bernilai dan bermakna sebagaimana mestinya. 


Mike Robbins, bekas pitcher dari team softball Kansas City Royals, yang kini menjadi penulis buku dan motivator, menulis sebuah buku kecil yang unik. Judulnya “Focus on the good stuff – Appreciation” Menurut Mike, kita hidup dengan budaya yang terobsesi dengan hal-hal yang negatif. Tengok saja berita di media. Semuanya berfokus pada hal-hal yang negatif, seperti peperangan, bencana alam, kecelakaan, skandal dan banyak lagi. Infotainment kita juga isinya melulu tentang skandal, perselingkuhan dan perceraian. Ngobrol dengan teman-teman-pun, kita bicara gossip dan aib orang lain. Karena kita terbiasa memiliki obsesi dengan hal-hal yang negatif. Akibatnya sekeliling kita dipenuhi dengan aura dan enerji negatif. Tanpa kita sadari, kita justru menikmati dan menghargai yang negatif saja. Saya ajak anda bereksperimen ! Mulai hari ini, kita membalik fokus hidup kita. Titik fokus hidup kita arahkan hanya pada yang positif saja. Saya jamin hidup anda akan segera berubah ! 


Deborah Norville, bekas penyiar NBC yang sangat beken, juga meluncurkan buku yang mirip. Judulnya “The Power of Thank You”. Didalam buku ini dikatakan bahwa bersyukur, dan berterima kasih telah menjadi sebuah ilmu tersendiri untuk menyiasati hidup. Malah buku ini juga mengutip berbagai riset yang dilakukan oleh berbagai universitas terkenal seperti Universitas Cornell, Universitas Michigan dan Universitas California-Davis, yang telah melakukan berbagai riset tentang bersyukur dan berterima kasih. 


Riset menyimpulkan bahwa orang-orang yang terbiasa bersyukur dan berterima kasih, umumnya lebih mudah bangkit dari segala macam kegagalan. Mereka juga terbukti mengatasi stress lebih baik. Dan memiliki tekanan darah yang lebih rendah. Banyak orang terheran-heran, mendengar saya sering dan mudah tertawa di acara radio saya di Trijaya setiap Rabu sore. Sebagian menuduh saya cuma berpura-pura tertawa. Sisanya bertanya apa resepnya. Sejujur-jujurnya, sejak belajar dari Mpu Peniti tentang sikap bersyukur dan berterima kasih, percaya atau tidak, hidup saya terasa sangat “plong”. Saya merasa lebih rileks dan benar-benar bisa menikmati hidup. Tidur lebih nyenyak. Dan lebih mudah tertawa. Di saat kita semua bersiap-siap menghadapi bulan Puasa - bulan depan, saya bersyukur dan berterima kasih kepada Allah, atas hidup yang luar biasa ini. Semoga anda semua juga diberkahi rahmat, karunia dan nikmat yang berlimpah. 


Share By Kafi Kurnia
 Thursday, 14 August 2008 at 05:33

100 hari SBY & Filosofi Manajemen ala Pohon Mangga

Seorang mahasiswa saya, bertanya dengan lugu-nya, “Kenapa yaaah …. Harus seratus hari ?” Mendengar itu saya merasa seperti ditinju. Kalau dipikir-pikir, benar juga yah. Kenapa 100 hari pertama sebuah pemerintahan semacam SBY itu jadi sedemikian penting ? Apa sih, yang bisa diperbuat sebuah pemerintahan hanya dalam 100 hari ? Anehnya, mengapa harus 100 ? Apakah angka seratus itu keramat ? Atau menjiplak konsep bahwa 100 adalah nilai tertinggi. Adakah jumlah hari yang lebih baik dan logis ? Misalnya 120 hari ? 150 ? Atau 200 ?

Ketika Mpu Peniti saya ajak becanda soal angka ini, beliau cuma terkekeh. Dan berkomentar singkat, “Seperti orang meninggal saja !”. Tiba-tiba bulu kuduk saya berdiri. Apa lagi dikoran ramai diberitakan bakal ada demo besar diseluruh Jakarta pas 100 hari pemerintahan SBY tanggal 28 Januari 2010. Bikin deg-deg-an semua orang saja. 

Rupanya tradisi evaluasi sebuah pemerintahan 100 hari pertama bukan ciptaan dan inovasi SBY. Tetapi menjiplak tradisi Amerika. Konon menurut cerita, Presiden Amerika Roosevelt yang dilantik pada bulan Maret 1933, mencanangkan sebuah “crash program” dalam periode 100 hari itu. Saat itu beliau bersama kongres Amerika berhasil meloloskan 15 Undang-Undang dalam 100 hari itu, yang sangat kritis untuk perbaikan ekonomi Amerika. Sejak itu, masa 100 hari itu dijiplak berbagai kalangan, termasuk di industri dan manajemen organisasi, sebagai titik evaluasi terpenting. Artinya kalau dalam 100 hari seorang pemimpin itu ‘memble’ dan tidak berhasil membuat gebrakan yang berarti, maka dapat disimpulkan pemimpin itu bakal gagal alias ‘memble berkepanjangan’.

Masa 100 hari itu sendiri memang sering diperdebatkan. Ada yang bilang terlalu pendek. Ada yang bilang cukup. Dan ada pula yang menganggap itu sangat panjang dan lebih dari cukup. Saya sendiri beranggapan jangankan 100 hari, tetapi 10 hari-pun sebenarnya cukup, apabila memang kita punya ‘crash program’ yang rinci. Tetapi apabila kita tidak punya strategi dan rencana, maka kita akan kehilangan taktik dan kesempatan bertindak. Beberapa tahun yang lalu, disaat saya sedang lesu, Mpu Peniti mendongeng sebuah kisah pendek. Kata beliau, ibaratnya kita melihat sebuah pohon mangga yang sedang berbuah sangat lebat. Terus kita kepingin memetik buahnya. Maka minimal kita harus punya 3 modal. Yang pertama, tentu saja keberanian. Yaitu, berani tidak kita memanjat pohon. Bagaimana kalau pohon tinggi ? Kedua, adalah ikhtiar. Memanjat pohon perlu usaha, dan ketrampilan memanjat. Bukan hal yang sepele, kalau pohon-nya licin dan sukar dipanjat. Dan yang ketiga kita juga harus bijaksana. Kalau sudah diatas pohon, jangan dimakan semua buah yang ada. Tetapi pilih yang betul-betul masak dan matang pohon. Konsumsi secukupnya dan jangan serakah. Begitu petuah Mpu Peniti. Hingga kini, ajaran sederhana itu menjadi satu pelita yang pas untuk menunjukan arah saya bertindak. Mpu Peniti menyebutkan filosofi pemimpin ala pohon mangga.

Barangkali, andaikata dan jikalau serta seandainya, filosofi pohon mangga itu secara strategis mau diterapkan ke 100 hari SBY, mungkin skenarionya bakal jadi seperti ini. Pertama program 100 hari bukanlah soal prestasi tetapi soal gebrakan. Persis di langkah pertama ini sebenarnya yang diperlukan adalah nyali dan keberanian menciptakan gebrakan. Seperti Roosevelt yang menggebrak dengan meloloskan 15 Undang-Undang dalam 100 hari itu. Mestinya SBY yang sudah berpengalaman selama 5 tahun diperiode sebelumnya punya cukup modal menciptakan gebrakan yang dahsyat sehingga bisa menimbulkan momentum yang positif buat citra, prestasi dan juga kemajuan bangsa. Sayangnya langkah pertama ini gagal dimanfaatkan SBY.

Kedua, SBY juga mestinya punya pengalaman dan modal untuk jungkir balik dalam 100 hari mengerahkan mesin birokrasi agar ber-ikhtiar dan kerja keras membuat sejumlah kejutan dan gebrakan. Sayangnya yang kedua ini tidak juga terjadi. Seorang teman mengatakan bahwa sejak Reformasi bergulir, kebanyakan permasalahan bangsa dan negara diselesaikan dengan Solusi Politik. Ini lumrah, karena soal kekuasaan Partai yang sangat majemuk. Pemilihan Menteri hingga Direktur BUMN dan pejabat lain-nya masih berdasarkan Solusi Politik. SBY yang mampu setidaknya menciptakan sejumlah kestabilan di periode pertama, seharusnya melirik opsi Solusi Manajemen di periode kedua. Artinya urusan politik bisa dikalahkan dengan kepentingan manajemen, terlebih-lebih SBY punya mayoritas di periode kedua. Sudah saatnya segala ikhtiar dan perjuangan kita dalam 5 tahun mendatang harus berbasis Solusi Manajemen bukanlagi melulu Solusi Politik.

Akhirnya, satu yang tersisa dan barangkali masih bisa dimanfaatkan SBY, adalah apakah beliau bisa bijaksana memilih mangga yang masak dan matang pohon ? Apakah SBY tidak akan tergoda dengan mangga mengkel yang masam, keras dan membuat kita merem melek. Barangkali ada baiknya kita bangsa yang besar ini, tidak harus ikut latah menjiplak tradisi bangsa lain. Marilah kita mengembangkan keluhuran pribadi bangsa Indonesia yang sudah terkenal sejak ribuan tahun yang lalu. Menjadikan Indonesia sebagai panutan Internasional, dan biarlah bangsa lain yang menjiplak kita.

Share
by Kafi Kurnia (notes) Thursday, 28 January 2010 at 12:30

MENJADI ORANG GILA YANG BERBAHAGIA

Saya sudah mengenal Simon hampir 20 tahun. Orangnya sederhana. Pekerja keras. Tidak mudah menyerah. Walaupun pendidikan-nya tidak tinggi, ia mudah bergaul dengan siapa saja. Barangkali ini yang menjadi sejumlah kombinasi mematikan sehingga istrinya jatuh cinta pada Simon pertama kalinya dan menikah. Istri Simon berpendidikan jauh lebih tinggi. Dan dari keluarga dengan ekonomi yang jauh lebih baik. Terdengar klise, tapi inilah realita sebagian besar keluarga menengah di kota-kota besar. Termasuk Singapura dimana Simon dan keluarganya tinggal.

Ketika mulai menikah, Simon bekerja hanya sebagai pegawai biasa disebuah perusahaan iklan. Istrinya beda. Karirnya meroket dan berhasil menjadi manager disebuah perusahaan menengah dengan gaji lumayan. Awalnya mereka berdua cukup berbahagia. Mereka dikarunia sepasang anak pria dan wanita. Perkawinan mereka terlihat sempurna. Keluarga kelas menengah yang sedang menanjak derajat kesejahtera-annya. Tak lama kemudian, Simon keluar dari pekerjaan-nya karena ia mendapat pekerjaan yang lebih baik. Simon menjadi seorang entrepener. Istrinya sangat gembira. Penghasilan Simon masih tetap kalah dibanding dengan istrinya. Mobil-nya pun kalah bagus dengan istrinya. Di Singapura konon ini adalah hal yang cukup biasa.

Namun karena keduanya berasal dari etnik Tionghoa, bisik-bisik yang miring tetap saja masih terdengar. Bahwa istrinya lebih perkasa dari Simon. Awalnya mereka tidak peduli. Tak lama kemudian, Simon kehilangan usaha-nya. Maklum di Singapura kompetisi sangat ketat. Paman Simon memberi semangat dan mengusulkan agar Simon mengambil alih usaha paman-nya. Sang paman sendiri mau berusaha bisnis yang lain di China. Simon tersanjung. Simon melihat celah baru. Ia akan bisa menandingi istrinya. Awalnya memang demikian. Tahun pertama Simon berhasil ganti mobil baru. Ia mabuk sukses. Istrinya awalnya ikut berbahagia bersama keluarga.

Tahun ketiga, ternyata paman Simon punya rencana busuk. Ia tega menipu Simon. Perusahaan bangkrut dan Simon dikejar hutang yang cukup banyak. Situasi inilah yang kemudian menjadi bara yang mengawali api besar yang menghancurkan rumah tangga Simon. Ibarat parlemen, istrinya mulai menyalahkan Simon. Seribu satu kesalahan ditumpahkan kepada Simon. Sehingga akhirnya mereka pisah ranjang. Mereka hidup serumah tetapi tidak saling bicara. Simon harus mengurus dirinya sendiri. Mulai dari memasak hingga mencuci bajunya. Ia juga mulai kerja serabutan. Apa saja asal menghasilkan uang. Kehidupannya sedemikian miris, sehingga Simon harus meminjam uang kepada saya setiap kali anaknya ulang tahun atau ketika menjelang Natal dan Imlek. Simon tidak punya tabungan dan uang lebih untuk membeli hadiah atau sekedar kado buat anak-anaknya.

Celakanya pula, beda pendidikan dan status diantara mereka yang cukup lebar itu, yang awalnya biasa-biasa saja, lalu menjadi masalah besar ketika mereka cekcok. Mpu Peniti, pernah sekali bercerita kepada saya, bahwa secara omong besar, katakanlah seorang Presiden yang sangat cerdas dan terpelajar bisa saja bergaul dengan rakyat dari segala golongan. Lapisan bawah, menengah dan atas – tidak akan ada masalah. Kalau situasinya damai dan hanya untuk ala kadarnya saja. Tapi lain perkara kalau mereka harus berdebat, dan berselisih. Perdebatan dan perselisihan itu bagaikan air dan minyak. Cara berpikir yang sangat berbeda membuat perselisihan dan perdebatan mereka menjadi runyam dan ruwet bukan kepalang. Itu yang diceritakan Simon kepada saya. Bahwa ketika mereka akur-akur saja, komunikasi mereka baik-baik saja. Tetapi ketika mereka berselisih, berdebat dan bertengkar, Simon merasa tidak mengenal siapa sebenarnya sang istrinya itu.

Lima tahun lebih Simon pisah ranjang. Ia sangat menderita. Namun ia adalah orang baik. Tiap bulan ia berusaha memenuhi nafkah ekonomi kepada keluarganya tanpa kurang satu sen pun. Ia bercerita seringkali ia berhemat hanya makan roti dan mie instan demi keluarganya. Betapa sering dalam situasi yang serba sulit itu ia merasa hampir gila saking putus asanya. Tetapi untunglah Tuhan selalu memberikan kekuatan yang tersembunyi. Dan selalu disaat-saat yang istimewa. Setiap kali Simon pulang kerumah dimalam hari dan melihat kedua anaknya belajar, Simon selalu saja tersentak dan seolah ia merasa mampu mengintip masa depan-nya. Hal ini yang membuat ia bertahan, tidak menyerah dan tetap berjuang hingga kini.

Minggu lalu, ketika saya singgah di Singapore dalam perjalanan menuju Seattle, Simon mengirim SMS dan mengajak makan. Kami ngobrol panjang lebar. Simon kini memiliki 3 pekerjaan. Pagi ia bekerja di perusahaan kurir. Siang hari ia berkerja mengurus administrasi di sebuah perusahaan kecil. Dan malam hari ia bekerja sebagai tele-marketing disebuah perusahaan asuransi. Yang membuat saya terkejut adalah perkataan Simon, sebelum kami berpisah. Ia bercerita bahwa akhirnya istrinya memutuskan untuk bercerai, dan Simon juga sudah setuju. Awalnya saya sedih mendengarnya. Karena dalam hati kecil saya, selalu terbesit harapan dan optimisme bahwa mereka suatu hari akan rujuk kembali dan rumah tangga mereka akan utuh lagi. Harapan itu pupus sudah.

Sebelum kami berpisah, Simon sembari tersenyum mengatakan : “Biarkanlah saya menjadi orang gila yang berbahagia !” Saya ikut tersenyum getir mendengar komentarnya. Kalimat itu nempel pada saya berhari-hari. Mulanya saya tidak mengerti seluruh ungkapan itu. Dalam perjalanan dari Portland ke San Francisco, dipesawat saya teringat wajah seorang gelandangan yang sering lewat rumah saya. Kata orang-orang, ia menjadi gelandangan karena pikiran-nya kurang waras. Istilah populer di masyarakat “orgil” atau orang gila. Namun gelandangan ini agak berbeda. Ia tidak pernah terlihat marah-marah atau maki-maki sendirian. Wajahnya cukup lumayan. Setiap beberapa bulan ia berganti pakaian baru. Seperti masih ada keluarga yang menjaga dan mengatur hidupnya. Saya sering melihatnya disudut-sudut perempatan, duduk sembari merokok. Yang menakjubkan adalah roman mukanya yang selalu terlihat gembira dan berbahagia. Sesekali terkadang saya juga melihatnya tersenyum. Entah apa perasaan-nya, siapapun tidak akan pernah tahu. Barangkali ketidak sempurna-annya berpikir yang waras, merupakan taktik survivalnya menghadapi hidup yang sangat keras ini.

Bahwa dalam hidup ini, seperti Simon dan gelandangan itu, kebahagian kita tidak melulu harus berada ditempat yang pas dan semestinya. Karena kadang kebahagian kita itu disembunyikan Tuhan dengan eloknya, agar bisa kita mengerti dan kita nikmati dalam pigura dan arti yang sangat pribadi. Pada saat itulah kita merasakan, sesungguhnya bagaimana Tuhan telah merawat dan menjaga kita masing-masing. Dalam cara yang selalu msiterius dan tidak mungkin kita mengerti.


Share
by Kafi Kurnia (notes) Monday, 29 March 2010 at 08:11


PEMENANG KEHIDUPAN...

Pemenang Kehidupan adalah mereka yang.. :

1. Tetap SEJUK di tempat yg PANAS

2. Tetap MANIS di tempat yg begitu PAHIT

3. Tetap MERASA KECIL meskipun telah menjadi BESAR

3. Tetap TENANG di tengah BADAI yg paling HEBAT

4. Selalu BERSYUKUR atas segala KARUNIA NYA

5. Tetap berada di JALAN NYA

6. Dan yg tetap menggantungkan HARAPAN DAN TAKUT hanya pada Tuhan Semesta Alam..

Share
by -Fahira Idris- (notes) Sunday, 13 December 2009 at 11:57

3 x 8 = 23 - Baca Dulu baru mengerti kenapa 23 ???

Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya
baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat
satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang. Dia mendekat dan mendapati
pembeli dan penjual kain sedang berdebat.

Pembeli berteriak: "3x8 = 23, kenapa kamu bilang 24?"
Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: "Sobat, 3x8 = 24, tidak
usah diperdebatkan lagi"

Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata:
"Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke
Confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan."

Yan Hui: "Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bagaimana?"

Pembeli kain: "Kalau Confusius bilang saya salah, kepalaku aku potong
untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?"

Yan Hui: "Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu."

Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confusius.
Setelah Confusius tau duduk persoalannya, Confusius berkata kepada Yan Hui
sambil tertawa: "3x8 = 23. Yan Hui, kamu kalah. Kasihkan jabatanmu
kepada dia."

Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya. Ketika
mendengar Confusius bilang dia salah, diturunkannya topinya lalu dia berikan
kepada pembeli kain. Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu
dengan puas.
Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confusius tapi hatinya tidak
sependapat. Dia merasa Confusius sudah tua dan pikun sehingga dia
tidak mau lagi belajar darinya. Yan Hui minta cuti dengan alasan
urusan keluarga. Confusius tahu isi hati Yan Hui dan memberi cuti
padanya. Sebelum berangkat, Yan Hui pamitan dan Confusius memintanya
cepat kembali setelah urusannya selesai, dan memberi Yan Hui dua
nasehat : "Bila hujan lebat, janganlah berteduh di bawah pohon. Dan
jangan membunuh." Yan Hui bilang baiklah lalu berangkat pulang.
Di dalam perjalanan tiba2 angin kencang
disertai petir, kelihatannya sudah mau turun hujan lebat. Yan Hui
ingin berlindung di bawah pohon tapi tiba2 ingat nasehat Confusius
dan dalam hati berpikir untuk menuruti kata gurunya sekali lagi. Dia
meninggalkan pohon itu. Belum lama dia pergi, petir menyambar dan
pohon itu hancur. Yan Hui terkejut, nasehat gurunya yang pertama
sudah terbukti. Apakah saya akan membunuh orang? Yan Hui tiba dirumahnya
sudah larut malam dan tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Dia
menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya. Sesampai didepan
ranjang, dia meraba dan mendapati ada seorang di sisi kiri ranjang
dan seorang lagi di sisi kanan. Dia sangat marah, dan mau menghunus
pedangnya. Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi
nasehat Confusius, jangan membunuh. Dia lalu menyalakan lilin dan
ternyata yang tidur disamping istrinya adalah adik istrinya.

Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confusius, berlutut dan berkata:
"Guru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?"
Confusius berkata: "Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan
akan turun hujan petir, makanya guru
mengingatkanmu untuk tidak berlindung dibawah pohon.
Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang,
maka guru mengingatkanmu agar
jangan membunuh". Yan Hui berkata: "Guru, perkiraanmu hebat sekali,
murid sangatlah kagum." Confusius bilang: "Aku tahu kamu minta cuti
bukanlah karena urusan keluarga. Kamu tidak ingin belajar lagi dariku.
Cobalah kamu pikir. Kemarin guru bilang 3x8=23 adalah benar,
kamu kalah dan kehilangan jabatanmu. Tapi jikalau guru bilang 3x8=24 adalah
benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa.
Menurutmu, jabatanmu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa
yang lebih penting?"

Yan Hui sadar akan kesalahannya dan berkata : "Guru mementingkan yang
lebih utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun.
Murid benar2 malu." Sejak itu, kemanapun Confusius pergi Yan Hui
selalu mengikutinya.

Cerita ini mengingatkan kita: Jikapun aku bertaruh dan memenangkan
seluruh dunia, tapi aku kehilangan kamu, apalah artinya. Dengan kata
lain, kamu bertaruh memenangkan apa yang kamu anggap adalah
kebenaran, tapi malah kehilangan sesuatu yang lebih penting. Banyak hal ada
kadar kepentingannya. Janganlah gara2 bertaruh mati2an untuk prinsip
kebenaran itu, tapi akhirnya malah menyesal, sudahlah terlambat.

Banyak hal sebenarnya tidak perlu dipertaruhkan. Mundur selangkah,

malah yang didapat adalah kebaikan bagi semua orang

Share
by Chocolatos (notes) Sunday, 27 December 2009 at 09:38, Kafi Kurnia Note

Perbedaan dari HUB, Switch, Bridge dan Router


Apa itu LAN? Dan apa pula itu Topologi Jaringan?

Mungkin banyak anda temukan berbagai tulisan mengenai LAN dan Topologi Jaringan jika anda browsing pada search engine di Internet. Pada tulisan ini, saya hanya ingin me-review tentang pengenalan Jaringan dan Topologi Jaringan.

Sebelumnya, kita jawab dulu pertanyaan diatas, apa itu LAN?

LAN adalah singkatan dari Local Area Network, yang dapat kita definisikan sebagai jaringan sejumlah system komputer yang lokasinya terbatas dan tidak menggunakan fasilitas komunikasi umum.

Ada beberapa komponen dasar yang biasanya membentuk suatu LAN, yaitu:

  1. Workstation, merupakan node atau host yang berupa sistem komputer (PC, minicomputer atau mainframe)
  2. Server, adalah perangkat keras atau hardware yang berfungsi untuk melayani jaringan dan workstation yang terhubung pada jaringan tersebut.
  3. Link, merupakan media transmisi yang umumnya berupa kabel (Kabel Twisted Pair, Kabel Coaxial, Kabel Fiber Optik).
  4. NIC (Network Interface Card), merupakan rangkaian elektronika yang dirancang khusus untuk menangani network protocol.
  5. Network Software, merupakan aplikasi yang memungkinkan sistem komputer yang satu berkomunikasi dengan sistem komputer lain.

Sedangkan peralatan pendukung untuk jaringan LAN diantaranya adalah :

  1. Repeater
  2. Bridge
  3. Hub
  4. Switch
  5. Router

Perbedaan utama antara Hub dengan Switch yaitu Hub tidak memiliki fasilitas routing, sehingga semua informasi yang datang akan dikirimkan ke semua komputer. Sedangkan Switch memiliki fasilitas routing sehingga informasi yang diterima hanya dikirimkan ke komputer tujuan.

Lalu apa itu Topologi Jaringan?

Menurut wikipedia, Topologi Jaringan adalah “ the study of the arrangement or mapping of the elements (links, nodes, etc) of a network, yang dapat diartikan sebagai hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link dan lainnya.
Setiap jenis topologi masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Pemilihan topologi jaringan didasarkan pada skala jaringan, biaya, tujuan dan pengguna.

Berikut adalah uraian beberapa jenis topologi jaringan beserta kelebihan dan kekurangannya, yaitu:

1. Star Network

Beberapa node dihubungkan dengan satu node pusat (central atau host node) yang membentuk jaringan seperti bentuk bintang (Star). Semua komunikasi ditangani mediator langsung oleh central node. Central node biasanya berupa terminal/komputer mini atau computer mikro melalui satu link.
Kelebihan pada topologi bintang ini adalah control manajemen lebih mudah karena terpusat dan bila satu node rusak tidak akan mengganggu node yang lain. Sedangkan kekurangannya adalah jika central node rusak maka semua tidak dapat berfungsi.

2. Hierarchical Tree Network

Network ini berbentuk seperti pohon yang bercabang yang terdiri dari central node dihubungkan dengan node lain secara berjenjang. Central node biasanya berupa large computer sebagai host komputer yang merupakan jenjang tertinggi (Top Hierarchical) yang bertugas mengkoordinasi dan mengendalikan node jenjang dibawahnya yang dapat berupa mini computer / micro computer.
Kelebihan dari topologi ini adalah kontrol manajemen lebih mudah karena terpusat dibagi dalam jenjang-jenjang. Sedang kekurangannya adalah bila satu node rusak maka jenjang dibawahnya tidak akan berfungsi. Bila Top Hierarchical rusak maka seluruh node tidak bisa berfungsi.

3. Loop Network

Merupakan hubungan antar node secara serial dalam bentuk lingkaran tertutup, dalam bentuk ini tidak ada central node / host node, semua mempunyai status yang sama.
Kelebihannya adalah semua node mempunyai status yang sama dan masing-masing node dapat melakukan tugas operasi yang berbeda. Sedangkan kekurangan dari topologi ini adalah bila satu node rusak maka akan mengganggu komunikasi node yang lainnnya serta control manajemen lebih sulit karena desentralisasi

4. Bus Network

Bentuk ini menghubungkan beberapa node dalam jalur data (bus) masing-masing node dapat melakukan tugas-tugas operasi yang berbeda-beda. Seperti halnya pada loop network tidak ada central node dan semua node mempunyai status yang sama.
Kelebihan pada topologi ini adalah bila satu node rusak tidak akan mengganggu node lainnya dan masing-masing node dapat melakukan tugas-tugas operasi yang berbeda. Kekurangan dari topologi ini adalah bila bus rusak semua node tidak dapat berfungsi serta kontrol manajemen lebih sulit karena desentralisasi.

5. Ring Network

Bentuk ini merupakan gabungan bentuk loop network dan bus network. Jika salah satu node tidak berfungsi/rusak, maka tidak akan mempengaruhi komunikasi node yang lain karena terpisah dari jalur data.
Kelebihannya bila satu node rusak tidak akan mengganggu node yang lainnya serta masing-masing node dapat melakukan tugas-tugas operasi yang berbeda. Sedangkan kekurangannya adalah bila link rusak semua node tidak berfungsi dan kontrol manajemen lebih sulit karena desentralisasi.

6. Web Network

Web Network atau Mesh Network / Plex Network merupakan bentuk network yang masing-masing node dalam network dapat berhubungan dengan node yang lainnya melalui beberapa link. Suatu bentuk web network yang mempunyai n buah node akan menggunakan link sebanyak : n x (n – 1) link.
Kelebihannya node yang satu dapat berhubungan dengan node yang lain secara bebas dan bila satu node rusak, yang lain masih dapat berhubungan. Kekurangannya adalah terlalu banyak link sehingga biaya lebih mahal serta kontrol manajemen sulit karena desentralisasi.

7. Meta Network

Meta Network atau Hybrid Network adalah gabungan dari beberapa network

Nah, itulah sekelumit uraian dari saya mengenai LAN dan Topologi Jaringan, semoga bisa menjadi tambahan bagi anda yang membutuhkan dan semoga bermanfaat (khususnya bagi newbie seperti saya :p).


Definisi hub,switch, router

Jaringan komputer berkembang dengan sangat cepat. Salah satu pemicunya adalah kebutuhan untuk berbagi pakai alat (device) maupun data baik pada lokasi yang sama ataupun lokasi yang berbeda. Jaringan komputer yang berada pada lokasi yang sama dengan jarak yang tidak jauh disebut dengan jaringan komputer local (LAN). Topologi yang biasa digunakan pada jaringan lokal ini adalah topologi star. Ini berarti dibutuhkan satu alat tambahan yang disebut dengan hub atau switch.

Hub Alat penghubung atar komputer, semua jenis komunikasi hanya dilewatkan oleh hub. hub digunakan untuk sebuah bentuk jaringan yang sederhana (misal hanya untuk menyambungkan beberapa komputer di satu group IP lokal) ketika ada satu paket yang masuk ke satu port di hub, maka akan tersalin ke port lainnya di hub yg sama dan semua komputer yg tersambung di hub yang sama dapat membaca paket tersebut. Saat ini hub sudah banyak ditinggalkan dan diganti dengan switch. Alasan penggantian ini biasanya adalah karena hub mempunyai kecepatan transfer data yang lebih lambat daripada switch. Hub dan switch mempunyai kecepatan transfer data sampai dengan 100 Mbps bahkan switch sudah dikembangkan sampai kecepatan 1 Gbps.

Switch Sebuah alat yang menyaring/filter dan melewatkan(mengijinkan lewat) paket yang ada di sebuah LAN. switcher bekerja pada layer data link (layer 2) dan terkadang di Network Layer (layer 3) berdasarkan referensi OSI Layer Model. sehingga dapat bekerja untuk paket protokol apapun. LAN yang menggunakan Switch untuk berkomunikasi di jaringan maka disebut dengan Switched LAN atau dalam fisik ethernet jaringan disebut dengan Switched Ethernet LANs.

Router Alat yang bertugas untuk mengantarkan paket data dalam jaringan. router dapat digunakan jika tersambung paling tidak dengan dua jaringan yang berbeda sehingga pengaturan tersebut membutuhkan sebuah router.Router berada di sisi gateway sebuah tempat dimana dua jaringan LAN atau lebih untuk disambungkan. Router menggunakan HEADERS dan daftar tabel pengantar (Forwarding Table) untuk menentukan posisi yang terbaik untuk mengantarkan sebuah paket jaringan dan juga menggunakan protokol seperti ICMP,HTTP untuk berkomunikasi dengan LAN lainnya dengan konfigurasi terbaik untuk jalur antar dua host manapun.


REPEATER (bekerja pada Physical Layer)
Digunakan untuk mengatasi keterbatasan (jarak, kualitas sinyal) fisik suatu segmen jaringan.

Dapat juga digunakan untuk menggabungkan beberapa segmen suatu jaringan yang besar (misalnya Ethernet to Ethernet)

Namun dalam membangun jaringan fisik yang besar, perlu diperhatikan bahwa aturan panjang kabel maksimum tidak dapat dilampaui dengan menggunakan repeater ini. Contohnya, kabel coaxial 50 ohm pada Ethernet hanya bisa total sampai 2,3 km dan batasan ini tidak dapat diatasi dengan menggunakan repeater.

Karena bekerja pada physical layer, repeater tidak dapat menghubungkan misalnya antara protokol data link layer yang berbeda (misalnya Ethernet dengan Token Ring). Hal ini disebabkan karena repeater mempunyai bit korespondensi dengan data link atau network layer.

Hub mempunyai fungsi sebagai repeater, oleh karena itu hub kadang juga disebut sebagai multiport/modular repeater.

Harap diperhatikan, penggabungan dua atau lebih segmen network dengan menggunakan repeater akan mengakibatkan seluruh traffic data akan menyebar ke seluruh jaringan, tanpa memandang apakah traffic data tsb diperlukan atau tidak di seluruh jaringan. Jika jumlah station semakin banyak, dan traffic data sangat tinggi, maka beban pada backbone jaringan tentunya akan menjadi berat. Akhirnya kinerja jaringan akan menurun, dan kelambatan akses akan terasa.

Untuk itulah dalam merancang sebuah network, seorang network administrator memerlukan pengetahuan dan antisipatif terhadap beban jaringan yang akan terjadi.

Pengetahuan tentang topologi fisik, logic, manajemen traffic jaringan, jenis dan karakteristik protocol pada masing-masing physical sampai dengan application layer sangat diperlukan.

BRIDGE - bekerja pada Data Link layer (2)
Gambar sebelumnya adalah sebagai berikut:

Bridge mengatur (melalui filtering atau forwarding) frame data per segmen, sehingga jika w/s 1 akan mengirim data ke w/s 2, frame tidak akan diteruskan (forward) ke segmen 2. Hal ini mengakibatkan beban jalur setiap segmen menjadi optimal, dan overhead traffic pada setiap segmen dapat dikurangi.

Sekarang kita bahas mengenai jenis-jenis bridge.

Transparent Bridge
Melakukan bridging antara 2 atau lebih segmen LAN. Jenis bridge ini juga dapat melakukan bridging pada jenis media physical layer yang berbeda (UTP, coax, fiber dll). Pengaturan bridge jenis ini dapat dilihat pada dokumen standar IEEE 802.1D.

Translating Bridge
Adalah jenis bridge yang mampu untuk melakukan bridging antar protocol pada data link layer (contoh Ethernet dengan Token Ring). Dengan demikian terjadi proses konversi jenis frame data dan transmission rate masing-masing protocol. Proses ini dilakukan pada preamble dan FCS (frame check sequence).

Pada bagian lain kita akan membahas pula bagaimana menghitung performance network dalam hubungannya dengan penerapan kedua jenis bridge ini.

Masalah yang ada pada segmentasi Ethernet
Dasar dari dibaginya sebuah network dalam beberapa segmen yang menggunakan bridge mengacu pada rancangan topologi jaringannya. Misalnya dalam sebuah network yang terdiri dari departemen A dan B, maka untuk mengurangi overhead traffic jaringan secara keseluruhan dibuatlah segmen fisik A dan B. Dengan tujuan agar traffic pada segmen A jika tidak diperlukan ke segmen B, benar-benar hanya berlalulalang di segmen A saja.

Telah kita ketahui bahwa bridge melakukan filtering dan forwarding frame pada masing-masing segmen nya yang menimbulkan konsekuensi jika filtering dan forwarding rate menjadi besar maka akan mempengaruhi kinerja jaringan secara keseluruhan.

Teknologi switching hub menjawab permasalahan ini dengan cara kerja sebagai berikut:

Saat sebuah node akan berhubungan dengan node lain yang berbeda segmen, peralatan ini akan menjadi bridge dan membuka sebuah jalur langsung 'sementara' dengan acuan source dan destination address Ethernet nya.

Switching hub bekerja pada Ethernet MAC (Media Access Control) sublayer.

Setiap port pada hub jenis ini dapat menjamin throughput nya tetap 10 Mbps. Karena jika pada hub non switch, jika terdapat misalnya 8 port Ethernet, maka dalam hitungan mudahnya setiap port akan hanya memperoleh 10 Mpbs / 8 port = 1,25 Mbps.

Switching hub
Switching hub bekerja pada Ethernet MAC (Media Access Control) sublayer.

Diagram hubungan antara OSI dan IEEE 802 standar

MAC = Media Access Control

  * 802.3 - CSMA/CD (di Ethernet)
  * 802.4 - TOKEN BUS
  * 802.5 - TOKEN RING
  * 802.6 - DQDB MAN (Distributed Que Dual Bus Metropolitan Area Network)

Buffering pada switch
Pada switch hub digunakan minimal sebuah CPU dan memory untuk melakukan packet buffering. Sebuah switch mampu menerima semua paket data dalam koneksi yang ada secara serentak. Kemudian paket data diteruskan hanya kepada alamat tujuan (destination address).

Setiap paket berisi dua MAC layer address yaitu alamat pengirim (source) dan tujuan (destination). Switch akan menyimpan dalam sebuah tabel MAC address yang digunakan untuk mencocokan koneksi yang harus dilakukan. Penggunaan tabel ini juga untuk menentukan kemana paket data harus dikirim. Jumlah tabel MAC address biasanya juga terdapat dalam spesifikasi switch, yang dapat mencapai ribuan alamat.

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah kapasitas memory dalam switch. Karena perlu diingat pula bahwa bentuk lalu lintas paket data dapat dibagi dua golongan yaitu : peer to peer/point to point dan satu ke banyak koneksi (one to many, misalnya w/s ke server).

Beberapa teknik yang digunakan pada switching hub:

  * internal bus - pada high end switch -> gigabytes
  * shared memory / packet bus
  * memindahkan satu koneksi dalam switch ke koneksi lain

Parameter penting lainnya adalah ukuran packet per second (pps). Sebagai contoh sebuah merk switching hub dapat memproses sampai dengan 150.000 pps pada koneksi 100baseT (fast ethernet) dan 1/10 nya pada koneksi 10baseT.

Metode kerja switching
Cut through, yaitu menentukan route paket yang diterima langsung ke alamat port tujuan. Tentu saja hal ini akan meningkatkan throughput koneksi dan mengurangi latency pengiriman paket. Cara kerjanya adalah, ketika sebuah bagian paket diterima, langsung route dan pengiriman dilakukan ke alamat tujuan. Proses ini tidak dilakukan dengan cara mengumpulkan terlebih dahulu seluruh paket, baru kemudian dikirim. Jika koneksi tujuan sedang digunakan, switch akan menampung paket data yang diterima tsb pada buffer. Dan paket data akan dikirim dari buffer jika koneksi tujuan telah kosong.

Potensi terjadinya network overhead dapat terjadi ketika network digunakan pada aplikasi yang bersifat mem-broadcast paket data, misalnya network games. Switching dapat digunakan
untuk mengatasi masalah ini, melalui pembatasan jalur spt telah diterangkan di atas (lihat juga posting sebelumnya). Adapula switching hub yang dapat diatur pembatasan distribusi paket broadcast ini.

Aplikasi dan disain jaringan dengan switch
Sebuah server yang menangani berbagai workstation, biasanya menggunakan beberapa network interface card (NIC) yang diatur segmentasinya berdasarkan aplikasi jaringannya, misalnya per departemen. Sebagai alternatif lain, cara seperti ini dapat dilakukan pula dengan lebih mudah dan efektif dengan menggunakan switching hub.

Contoh kasus dalam disain:
Dalam skenario di bawah ini, masing-masing workstation masih menggunakan ethernet card 10baseT (10 megabits per second).

Koneksi Fast Ethernet 100baseT digunakan untuk server, sedangkan port lainnya digunakan untuk dihubungkan dengan 2 buah hub 10baseT. File server sesuai dengan fungsinya akan menerima dan mengirim data pada rate yang sangat tinggi, sedangkan workstation akan mengirim paket data dengan kemungkinan (probabilitas) tanpa terjadinya collision. Skenario seperti ini biasanya akan memperbaiki kinerja jaringan secara keseluruhan. Mengapa? Karena jika segmen jaringan mempunyai kapasitas yang sama, throughput dari switch hub ke file server masih lebih tinggi dibandingkan dengan hub pada level di bawahnya. Dan switch dapat secara langsung melakukan routing packet dalam segmen fisik jaringan secara lebih cepat.

Switch dan Virtual LAN (VLAN)
Teknik switching hub yaitu melakukan routing packet Ethernet berdasarkan source dan destination address nya.

Mengapa diperlukan segmentasi atau partisi dalam jaringan? Pertimbangannya adalah : 1) Keamanan (security), 2) Kinerja jaringan.

Security diperoleh dari pembatasan akses ke suatu server dengan pembatasan routing paket data. Kinerja dapat dipertahankan dengan mengatur routing packet, khususnya broadcast packet dalam suatu VLAN.

Lalu bagaimanakah menggabungkan keduanya dalam suatu skema yang simpel yang juga memudahkan topologi fisik suatu jaringan? Teknik VLAN dapat diterapkan untuk ini, karena VLAN dapat membuat suatu segmentasi logic dalam suatu jaringan.

Contoh segmentasi logic:

Pada skema di atas, w/s1, w/s3 dan w/s7 dapat dijadikan sebuah 'jaringan dalam jaringan' atau menjadi sebuah segmen lojik. Contoh aplikasinya adalah sebuah departemen kerja dalam sebuah kantor/kampus jika berbeda ruangan atau bahkan gedung, traffic jaringannya akan tetap terjaga segmentasinya (filtering and forwarding). Sehingga soal security dan kinerja tetap dapat dipertahankan, TANPA perlu merepotkan pengaturan fisik pengkabelan maupun penempatan workstationnya.

VLAN dapat melakukan partisi/segmentasi dengan dua cara yaitu berdasarkan nomor port pada switching hubnya atau alamat MAC dari workstation-nya.

Perlu diketahui bahwa TIDAK semua switching hub dapat melakukan VLAN, apalagi jika beberapa switching hub saling dihubungkan. Walaupun dari merk yang sama, ada atau tidaknya kemampuan ini perlu diteliti terlebih dahulu.

Kapan menggunakan switch dan router?
Kapan menggunakan switch dan router adalah pertanyaan yang selalu menggelitik bagi para network manager dalam merancang suatu jaringan. Rangkaian tulisan ini mencoba mengupas secara gamblang tentang berbagai aspek yang menyangkut penggunaan switching hub dan router.

Perbedaan mendasar antara switch versus router dan bridge adalah router dan bridge menggunakan metode 'store and forward'. Sedangkan switch bekerja dengan cara on the fly switching. Router mengambil seluruh paket sebelum paket tersebut diteruskan ke tujuan. Metode store and forward membawa seluruh frame data ke dalam peralatan, yang kemudian di-buffer untuk dalam sebuah satuan waktu. Akan lebih jelas jika kita memperhatikan TCP/IP layers, seluruh frame header akan melewati layer data link kemudian dibawa ke layer di atasnya yaitu network layer untuk diketahui tipe dari frame nya. Baru kemudian diteruskan ke alamat network yang dituju melalui data link layer kemabli. Proses ini berlaku untuk seluruh frame yang melintas di router.

Lain halnya dengan switch yang hanya mengambil 20 byte pertama dari sebuah frame. Karena switch tidak mengambil seluruh frame, namun hanya pada alamat tujuan (destination address) sebelum meneruskan frame tersebut ke alamat tujuan, maka network latency atau jeda (delay) yang terjadi akan menjadi lebih kecil dibandingkan dengan router.

Secara kalkulatif, per frame mempunyai delay selama 30 microsecond menuju dan keluar dari switch. Untuk bridge dan router, latency yang ditimbulkan dapat mencapai lebih dari 2000 microsecond per frame untuk dapat melakukan koneksi pada secara timbal balik.

Penempatan router akan tepat jika kita lihat dalam diagram di bawah ini:

1. Kurang tepat
2. Cukup tepat
3. Sangat tepat

Dari diagram di atas, dapat dilihat bahwa router akan sangat tepat berada pada titik penyambungan dari LAN ke WAN (Internet). Karena router dapat sekaligus berfungsi dalam interface koneksi ke WAN, keamanan jaringan, dan firewall dari protokol. Sedangkan switch sangat baik untuk menjaga throughput yang ada dalam jaringan lokal (LAN), di mana terdapat banyak interaksi antara workstation/desktop dengan server nya.

Untuk menentukan cara apakah yang akan dipakai, diperlukan perencanaan yang matang khususnya dalam menganalisis volume lalu-lintas data dalam LAN dan WAN (lihat seri tulisan ini berikutnya mengenai cara menghitung estimasi volume traffic pada jaringan). Apalagi jika jaringan akan digunakan untuk keperluan Intranet yang mempunyai banyak workstation/client dengan berbagai aplikasi termasuk multimedia, sudah barang tentu traffic dalam jaringan LAN akan menjadi sangat besar. Dengan demikian potensi terjadinya latency atau delay juga akan semakin besar. Akhirnya kinerja jaringan secara keseluruhan akan tidak optimum dan end-user akan mengatakan bahwa aksesnya lambat!

Perlu juga digarisbawahi bahwa switch dapat memecahkan masalah jika memang masalah disebabkan oleh bottleneck jaringan khususnya pada layer data link. Karena lambatnya akses data/informasi pada jaringan sangat mungkin juga disebabkan oleh faktor kinerja dari server, disk atau aplikasinya.

Cara kerja switch
Jika akan menggunakan switching hub, diperlukan beberapa informasi dasar untuk menentukan pilihan switch, yaitu dengan mengetahui cara kerjanya.

- Cut through
Yaitu menentukan route paket yang diterima langsung ke alamat port tujuan. Tentu saja hal ini akan meningkatkan throughput koneksi dan mengurangi latency pengiriman paket. Pengiriman dilakukan tanpa terlebih dahulu mengumpulkan seluruh paket. Tetapi ketika alamat tujuan diketahui, langsung route dan pengiriman dilakukan ke alamat itu. Untuk satu paket Ethernet (1518 byte) proses ini memerlukan waktu hanya selama 40 microsecond. Dalam keadaan koneksi tujuan sedang digunakan, switch akan menampung paket data yang diterima untuk dimasukkan ke dalam buffer. Dan paket data akan dikirim dari buffer jika koneksi tujuan telah kosong.

- Store and forward
Cara kerjanya dilakukan dengan mengumpulkan seluruh paket hingga lengkap ke dalam memory switch dan melakukan pemeriksaan kesalahan dengan metode CRC (Cyclic Redundancy Check). Waktu yang diperlukan untuk melakukan proses untuk setiap paket Ethernet adalah 1,2 milidetik. Karena diperlukan memory yang cukup, ada potensi terjadinya latency dalam store and forward switch ini yang disebabkan oleh penuhnya memory yang ada untuk menampung seluruh paket dan tabel dari ntwork address.

Walaupun cara cut through akan mengurangi terjadinya latency, tetapi konsekuensinya, paket data yang rusak juga akan juga sampai ke alamat tujuan. Kebalikannya, hal ini tidak terjadi pada store and forward switch.

Dari kedua cara di atas, ada pula switch yang menggabungkan kedua cara tsb yang disebut hybrids. Pada saat awal menggunakan cara cut through switching, dan melakukan pemeriksaan CRC, kemudian menghitung jumlah error yang ada. Jika jumlah error telah sampai pada batas tertentu, switch akan bekerja dengan cara store and forward sampai dengan kondisi jumlah error telah berkurang. Selanjutnya switch akan kembali bekerja dengan cara cut through. Cara termudah untuk mengetahui adanya kemampuan ini adalah dengan melihat ada atau tidaknya keterangan threshold detection atau adaptive switch dalam spesifikasi teknisnya.

Layer 3 Switching (L3S)
Layer 3 switching atau IP switching yang diperkenalkan tahun 1997 adalah teknologi Ethernet switching yang menggunakan informasi IP address untuk menyeleksi dan menentukan jejak data dalam network.

Packet switching throughput dapat mencapai jutaan paket per detik (pps.) Secara hardware, router biasa mengandalkan kemampuan mikroprosesor dari mesin yang digunakan. Sedangkan Layer 3 switch menggunakan application-specific integrated circuit (ASIC) yang dapat menghasilkan thoroughput lebih tinggi.

Untuk mencapai unjuk kerja maksimum, selain penggunaan Layer 3 switching juga diperlukan faktor lain yaitu route processing dan intelligent network.

Referensi:

  * Susan Biagi, Switching VS Routing, STACK, The Network Journal For VARS and Integrators, Juli 1994, hal 13.
  * Stuart Hamilton, Cisco Manager of Enterprise Network Design, Layer 3 Switching - Looking beyond Performance, Packet (tm) Magazine Archives, Third Quarter 1998
  * Ed Mier, Rob Smithers, Tom Scavo, Bob Neubaum, Business Communication Review, Layer 3 Switches--Ready to Route Volume 28, Number 10 October 1998, hal 34-40.

(repost :http://dedi-menwa.blogspot.com/2009/01/perbedaan-dari-hub-switch-bridge-dan.html)