Suatu hari, di Australia, ada seorang anak berusia enam tahun yang menunggu-nunggu ayahnya pulang dari kerja. Begitu ayahnya pulang dalam keadaan capek, anak ini berkata kepadanya, “Papa, berapa sih gaji papa per jamnya?”
Ayahnya itu menukas, “Itu bukan urusan kamu! Papa capek!”
“Papa, berapa dolar sih gaji yang Papa peroleh?”
“Papa bilang, jangan ganggu Papa!”
“Tapi Papa, berapa dollar yang Papa dapet sih?”
Lalu ayahnya menjadi marah dan berteriak, “Diam! Dasar anak nakal! Masuk ke kamarmu sana!”
Dengan kepala terkulai, si anak masuk ke kamarnya. Ia tengah dihukum. Sekitar setengah jam kemudian, si ayah mulai merasa bersalah. Sekalipun pertanyaan itu terasa sepele karena ditanyakan seorang anak kecil, si ayah tidak sepantasnya berteriak. Tapi, memang kadang seperti itulah kalau kita pulang dalam keadaan lelah setelah seharian sibuk bekerja. Jadi si ayah menuju ke kamar anaknya, mengetuk pintu, dan masuk ke dalamnya. Ia berkata, “Nak, maafin Papa yah..., Papa ga semestinya berteriak. Papa capek. Papa ga tahu kenapa kamu kepingin tahu. Tapi gaji papa $20 per jam.”
Dan sia anak kecil tersenyum dan berkata, “Terima kasih, Pa...Sekarang boleh saya pinjam $10?”
Si ayah pun hampir naik pitam lagi. Tapi ia ingat bahwa baru saja tadi ia marah. Ia menahan marahnya, mengambil dompet dan berkata, “Nih uangnya!”
Lalu si anak tersenyum, dan berkata, “Terima kasih, Pa...” Segera ia bergegas mengambil recehan uang yang berjumlah $10 dari bawah bantalnya. Total uang $20 itu diberikannya kepada si ayah seraya berkata, “Papa, bolehkah saya minta satu jam waktu Papa?”
Disadur dari buku Horeee! Guru Si Cacing Datang: Catatan Perjalanan Ajahn Brahm, Tour de Indonesia 2009
Tuesday, 6 April 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment